Terjadi Lagi! 193 Siswa di Tana Toraja Sakit Usai Santap MBG, Sampel Ayam Positif E. coli

Sabtu, 12 September 2026 13:34 WIB
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg (kanan) dan Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso Paundanan (kiri) saat menjenguk siswa di RS Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. (IDNVoice/Pemkab Tana Toraja)
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg (kanan) dan Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso Paundanan (kiri) saat menjenguk siswa di RS Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. (IDNVoice/Pemkab Tana Toraja)

IDNVoice.com - Kasus gangguan kesehatan yang dialami 193 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menemukan titik terang.

Hasil pemeriksaan sampel makanan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar menunjukkan adanya cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) pada menu ayam masak bumbu kuning yang dikonsumsi para siswa.

Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, mengatakan temuan tersebut berdasarkan laporan resmi BBPOM Makassar.

"Pada sampel ayam masak bumbu kuning yang dikonsumsi SMP dan SD ditemukan positif mengandung bakteri Escherichia coli," kata Yosefina pada Jumat, 11 September 2026.

Ayam Bumbu Kuning Tak Memenuhi Syarat Keamanan

Yosefina menjelaskan, ditemukannya bakteri E. coli menunjukkan makanan tersebut tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan.

Menurut dia, bakteri tersebut dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, termasuk diare, mual, muntah, hingga sakit perut.

"Adanya cemaran mikrobiologi atau bakteri Escherichia coli pada sampel yang diuji, yaitu ayam masak bumbu kuning, dapat menyebabkan salah satu gejala keracunan makanan yang dikonsumsi, seperti diare, mual, muntah dan sakit perut," jelasnya.

Meski demikian, tidak seluruh sampel makanan yang diperiksa mengandung cemaran.

Hasil pengujian terhadap nasi putih, tempe mendoan, sayur tumis jagung, wortel dan labu siam, serta ikan nila dinyatakan negatif dari parameter E. coli, Staphylococcus aureus, Salmonella, methanil yellow, sianida, dan nitrit.

Sementara itu, pada sampel irisan melon, pemeriksaan mikrobiologi juga menunjukkan hasil negatif untuk E. coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella.

Namun, pemeriksaan kimia menemukan adanya nitrit dalam kadar kecil pada sampel melon tersebut.

Nitrit dalam Jumlah Kecil Bisa Terjadi Secara Alami

Yosefina menjelaskan keberadaan nitrit dalam jumlah sangat kecil pada sayuran dan buah tidak selalu menunjukkan adanya pencemaran.

Kandungan tersebut dapat muncul secara alami akibat proses penyerapan nitrat dari tanah atau air yang kemudian mengalami perubahan karena aktivitas bakteri.

"Secara alami sayur dan buah dapat mengandung nitrit dalam jumlah yang sangat kecil," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 193 siswa dari dua SMP di Tana Toraja mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG.

Para siswa kemudian dilarikan ke klinik dan rumah sakit setelah mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah-muntah.

Temuan E. coli pada menu ayam masak bumbu kuning kini menjadi salah satu petunjuk penting dalam penelusuran penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa tersebut. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid