Terjadi Lagi! 352 Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan Menu MBG

Sabtu, 12 September 2026 10:07 WIB
Sebanyak 352 siswa dari sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, diduga menjadi korban keracunan menu makan bergizi gratis (MBG). (IDNVoice/Antara Foto)
Sebanyak 352 siswa dari sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, diduga menjadi korban keracunan menu makan bergizi gratis (MBG). (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com – Sebanyak 352 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga menjadi korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ratusan siswa tersebut mengalami sejumlah keluhan, di antaranya muntah-muntah dan pusing, setelah menyantap menu MBG pada Jumat siang, 11 September 2026.

Para siswa kemudian dilarikan ke sejumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian besar korban disebut telah pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Jumlah 352 siswa tersebut merupakan data korban yang telah terdeteksi hingga saat ini. Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan MBG Lombok Tengah memastikan seluruh korban yang membutuhkan perawatan telah mendapatkan penanganan.

Ketua Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap kondisi para siswa yang dirawat di sejumlah Puskesmas.

"Kebetulan baru Pak Asisten II, sudah menuju ke Lokasi SPPG dan Puskesmas beliau laporkan ke saya bahwa sebagian dari siswa korban keracunan MBG ini itu sudah pulang," kata Firman dikutip dari detikBali pada Jumat, 11 September 2026.

Firman mengatakan dirinya juga mendatangi sejumlah Puskesmas untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan medis dengan baik.

Beberapa lokasi yang menjadi tempat perawatan korban di antaranya Puskesmas Bagu, Pringgarata, Aik Darek, dan Mantang.

"Dan saya sedang bergerak ke Puskesmas Bagu dan Puskesmas Pringgarata untuk memastikan penanganan dari anak-anak kita ini, nanti saya ke Aik Darek dan Mantang juga," ujarnya.

Penyebab Belum Diketahui

Hingga kini, Satgas MBG Lombok Tengah belum dapat memastikan penyebab para siswa mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.

Firman menyebut pihaknya bersama petugas dari Badan Gizi Nasional (BGN) masih memprioritaskan penanganan terhadap para korban.

"Jadi kami belum bisa laporkan lebih banyak. Sebagian besar sudah pulang, ini saya mau pastikan dulu berapa yang masih tersisa dan memastikan penanganan dulu," ujarnya.

Satgas juga belum memastikan langkah yang akan diambil terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan menu MBG kepada para siswa.

Menurut Firman, tim investigasi untuk mengungkap penyebab kejadian maupun menentukan kemungkinan sanksi terhadap pihak terkait juga belum dibentuk.

"Iya kita fokus ke penanganan korban dulu. Untuk soal investigasi dan lain-lain nanti ada sesi tersendiri ya," ujarnya.

Dengan sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang, Satgas kini masih mendata jumlah korban yang tersisa di sejumlah Puskesmas. Investigasi mengenai penyebab kejadian dan evaluasi terhadap distribusi menu MBG akan dilakukan setelah penanganan para siswa dinyatakan tuntas. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid