IDNVoice.com – Polisi menelusuri video yang memperlihatkan temuan ulat pada buah salak dalam paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Polisi telah mengecek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus meminta keterangan dari penerima manfaat yang mengunggah video tersebut ke media sosial.
Kapolsek Bontosikuyu Inspektur Satu Jajang Solehuddin mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kronologi dan kondisi paket MBG saat diterima.
"Dari hasil pengumpulan bahan keterangan, penerima manfaat adalah seorang ibu menyusui. Si penerima manfaat membenarkan menerima paket MBG yang di dalamnya terdapat buah salak dalam kondisi rusak atau busuk dan ditemukan ulat," kata Jajang melalui keterangan tertulisnya pada Jumat, 11 September 2026.
Jajang menjelaskan, petugas tidak hanya mendatangi SPPG setempat, tetapi juga mendatangi kediaman penerima manfaat yang mengunggah video tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, paket MBG tersebut diterima di Posyandu Desa Laiyolo. Karena mendapati buah salak dalam kondisi tidak layak, penerima manfaat memilih tidak mengonsumsinya dan kemudian merekam serta mengunggah temuannya melalui TikTok.
Catatan: Dalam keterangan yang disampaikan, disebutkan peristiwa terjadi pada Kamis (27/9/2026). Tanggal tersebut tampak tidak selaras dengan tanggal berita 11 September 2026, sehingga perlu dikonfirmasi kembali kepada sumber sebelum dipublikasikan.
"Pihak SPPG bersama perwakilan yayasan sudah bertemu dengan penerima manfaat. Di situ SPPG dan yayasan menyampaikan permohonan maaf atas adanya buah salak yang diterima dalam kondisi tidak layak konsumsi," kata Jajang.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar Ajun Komisaris Besar Didid Imawan menegaskan pentingnya melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG.
"Setiap informasi, khususnya yang berkaitan dengan MBG, harus kita teliti dan pastikan kebenarannya. Tujuannya agar setiap kelalaian dapat diketahui dan tidak berulang, karena apabila menyangkut makanan dan kesehatan masyarakat," tegas Didid Imawan.
Ia mengatakan pengawasan terhadap pendistribusian paket MBG merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pihak yang terlibat harus memastikan makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat berada dalam kondisi layak dan aman dikonsumsi.
"Ini merupakan bentuk komitmen Polres Kepulauan Selayar untuk mengawal program nasional ini agar berjalan sebagaimana mestinya. Kita ingin program MBG benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, sehingga kualitas dan kelayakan makanan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat," pungkasnya.
Kasus temuan buah salak rusak dan terdapat ulat tersebut kini menjadi perhatian dalam pengawasan pelaksanaan MBG di Kepulauan Selayar. Polisi memastikan informasi yang beredar ditelusuri agar setiap dugaan kelalaian dapat diketahui dan tidak kembali terjadi. [DR]