15 KDKMP di Langsa Jadi Rumah Pangan Kita, Salurkan Beras SPHP dan Minyak Kita

Kamis, 10 September 2026 22:15 WIB
Gerai KDKMP di Kota Langsa, Aceh. (IDNVoice/Dok Disperindagkop UKM Kota Langsa)
Gerai KDKMP di Kota Langsa, Aceh. (IDNVoice/Dok Disperindagkop UKM Kota Langsa)

IDNVoice.com - Sebanyak 15 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Langsa, Aceh, mulai menjalankan usaha dengan menggandeng Perum Bulog sebagai Rumah Pangan Kita (RPK). Kemitraan tersebut membuat koperasi desa dapat ikut menyalurkan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya beras SPHP dan minyak goreng Minyak Kita.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Langsa Harris Gusnally mengatakan sebagian besar KDKMP yang sudah beroperasi menjalin kerja sama dengan Bulog Langsa.

"Ada sebanyak 15 KDMP di Kota Langsa yang sudah menjalankan usahanya. Sebagian besar KDMP tersebut bekerja sama dengan Bulog Langsa sebagai Rumah Pangan Kita atau RPK," katanya saat dihubungi dari Banda Aceh, Senin.

66 KDKMP Sudah Berbadan Hukum

Harris mengatakan jumlah KDKMP yang telah terbentuk dan berbadan hukum di Kota Langsa mencapai 66 koperasi. Jumlah tersebut sesuai dengan total desa atau gampong yang tersebar di lima kecamatan di wilayah tersebut.

Namun, belum seluruh koperasi menjalankan kegiatan usaha. Sejumlah kendala masih dihadapi pengurus, mulai dari keterbatasan modal, sumber daya manusia (SDM), peralatan pendukung, hingga persoalan operasional lainnya.

Salah satu usaha yang sudah berjalan adalah kemitraan dengan Bulog melalui skema RPK. Melalui kerja sama tersebut, KDKMP dapat menyalurkan beras SPHP dan Minyak Kita kepada masyarakat.

"Sebagai mitra Bulog menjadi Rumah Pangan Kita atau RPK, KDMP tersebut menyalurkan beras SPHP dan Minyak Kita. Operasionalnya juga terbatas, misalnya dalam sepekan satu kali," katanya.

KDKMP Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Pemkot Langsa terus mendorong seluruh KDKMP agar segera menjalankan kegiatan usaha sesuai tujuan pembentukannya. Keberadaan koperasi desa diharapkan tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi mampu menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.

"Kami juga berharap semua kendala KDMP dalam menjalankan usaha bisa teratasi seperti pelatihan dan pendampingan dapat diberikan kepada pengurus dan pengelola. Termasuk dukungan permodalan, sehingga KDMP dapat menjalankan usahanya," kata Harris Gunally.

Menurut Harris, dukungan berupa pelatihan, pendampingan, SDM, peralatan, dan permodalan diperlukan agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan.

Kemitraan dengan Bulog sebagai RPK menjadi salah satu langkah awal bagi KDKMP di Langsa untuk membangun kegiatan usaha sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap komoditas pangan strategis.

Dengan 66 KDKMP yang telah berbadan hukum, Pemkot Langsa masih memiliki pekerjaan untuk mendorong seluruh koperasi tersebut agar mampu beroperasi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masing-masing gampong. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid