Petani Simeulue Diajak Pasok SPPG, Semangka Lokal Didorong Masuk Program MBG

Kamis, 10 September 2026 17:23 WIB
Bupati Simeulue Muhammad Nasrun Mikaris saat panen perdana semangka di Simeulue, Aceh pada Rabu, 9 September 2026. (IDNVoice/Humas Pemkab Simeulue)
Bupati Simeulue Muhammad Nasrun Mikaris saat panen perdana semangka di Simeulue, Aceh pada Rabu, 9 September 2026. (IDNVoice/Humas Pemkab Simeulue)

IDNVoice.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue, Aceh, mendorong hasil pertanian lokal masuk dalam rantai pasok Makan Bergizi Gratis (MBG). Kalangan petani diajak bermitra langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar kebutuhan bahan pangan program tersebut dapat dipenuhi dari daerah sendiri.

Bupati Simeulue Muhammad Nasrun Mikaris mengatakan kemitraan antara petani dan SPPG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan untuk program MBG, tetapi juga membuka pasar yang lebih pasti bagi hasil panen masyarakat.

"Kami mengajak petani bermitra dengan SPPG untuk memasok kebutuhan program MBG, sehingga tidak perlu lagi didatangkan dari daratan Pulau Sumatra," katanya di Simeulue pada Rabu, 9 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasrun saat menghadiri panen perdana semangka di Desa Kuala Makmur, Kecamatan Simeulue Timur.

SPPG Diminta Serap Hasil Panen Lokal

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh SPPG di Kabupaten Simeulue untuk memanfaatkan hasil pertanian lokal, termasuk semangka dan berbagai komoditas hortikultura lainnya, sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan MBG.

Menurut Nasrun, dukungan SPPG terhadap produk pertanian lokal akan memberikan dampak ganda bagi masyarakat. Selain membantu menyediakan bahan pangan untuk MBG, penyerapan hasil panen juga dapat meningkatkan motivasi petani untuk memperluas dan mengembangkan usaha hortikultura.

Dampaknya, perputaran ekonomi di daerah kepulauan tersebut diharapkan semakin kuat karena kebutuhan program pemerintah dapat dipenuhi dari produksi masyarakat setempat.

"Pemerintah kabupaten terus mendorong kalangan petani berinovasi dan mengembangkan berbagai tanaman hortikultura, tidak hanya semangka, tetapi lainnya yang dibutuhkan program MBG," katanya.

Panen Perdana Capai 25 Ton

Potensi pasokan pangan lokal Simeulue terlihat dari hasil panen perdana Kelompok Tani Semangka Inang Cane Simeulue.

Ketua Kelompok Tani Semangka Inang Cane Simeulue Sukanda mengatakan semangka yang dipanen merupakan jenis semangka tanpa biji yang dibudidayakan di lahan sekitar satu hektare.

"Panen perdana ini menghasilkan sekitar 25 ton buah semangka tanpa biji berkualitas. Kami tetap memerlukan dukungan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan hasil tanam semangka kami ini," kata Sukanda.

Hasil panen tersebut sekaligus menunjukkan peluang Simeulue untuk membangun rantai pasok pangan lokal bagi program MBG. Jika kemitraan petani-SPPG dapat berjalan konsisten, kebutuhan bahan pangan tidak harus bergantung pada pasokan dari daratan Pulau Sumatera.

Langkah tersebut juga berpotensi menjadikan program MBG sebagai pasar baru bagi petani lokal, sekaligus mendorong pengembangan hortikultura dan penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Simeulue. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid