Cegah Keracunan, Balai POM Sofifi Uji Pangan MBG Sebelum Dapur SPPG Beroperasi

Rabu, 09 September 2026 20:01 WIB
Apresiasi disampaikan BGN Perwakilan Maluku Utara, Muhammad Ramli, kepada Kepala Balai POM di Sofifi, Ermanto Siahaan, saat berkunjung ke Kantor Balai POM di Sofifi pada Selasa, 8 September 2026. (IDNVoice/BPOM Malut)
Apresiasi disampaikan BGN Perwakilan Maluku Utara, Muhammad Ramli, kepada Kepala Balai POM di Sofifi, Ermanto Siahaan, saat berkunjung ke Kantor Balai POM di Sofifi pada Selasa, 8 September 2026. (IDNVoice/BPOM Malut)

IDNVoice.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Maluku Utara (Malut) tak hanya diawasi setelah makanan sampai ke tangan penerima manfaat. Balai POM di Sofifi memperketat pengawasan sejak tahap awal dengan menguji sampel pangan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebelum beroperasi.

Langkah preventif tersebut mendapat apresiasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Perwakilan Provinsi Maluku Utara. Apresiasi disampaikan BGN Perwakilan Maluku Utara, Muhammad Ramli, saat berkunjung ke Kantor Balai POM di Sofifi, Selasa.

Kepala Balai POM di Sofifi Ermanto Siahaan mengatakan apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi jajarannya untuk terus memperkuat pelayanan publik, khususnya dalam mengawal keamanan pangan pada program prioritas nasional.

"Penghargaan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan publik, terutama bagi petugas yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program prioritas nasional," ujar Ermanto dikutip dari RRI pada Selasa, 8 September 2026.

Pengawasan Dimulai Sebelum Makanan Diproduksi

Pengawasan keamanan pangan MBG di Maluku Utara kini diarahkan tidak hanya untuk menemukan persoalan setelah makanan beredar. Balai POM di Sofifi mendorong mitigasi risiko sejak pembangunan sarana dan prasarana dapur SPPG.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menguji sampel makanan sebelum SPPG mulai beroperasi. Pengujian tersebut bertujuan memastikan pangan yang diproduksi memenuhi persyaratan keamanan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bukti bahwa sarana pengelolaan pangan telah memenuhi ketentuan higiene dan sanitasi.

Pendekatan preventif dinilai penting karena skala pelaksanaan MBG membutuhkan sistem pengawasan yang tidak hanya mampu menemukan masalah, tetapi juga mencegahnya sebelum terjadi.

Ermanto mengatakan Balai POM juga telah menyiapkan langkah cepat apabila muncul indikasi kejadian keracunan pangan.

"Jika ada indikasi kasus keracunan, kami berusaha merespons secepat mungkin dengan berkoordinasi bersama dinas kesehatan setempat," kata Ermanto.

Laboratorium Sofifi Percepat Pengujian

Penguatan pengawasan tersebut turut didukung peningkatan kapasitas laboratorium Balai POM di Sofifi.

Sebelumnya, pengujian sampel SPPG dari Maluku Utara harus dilakukan di Manado atau Ambon. Kondisi itu membuat proses pemeriksaan membutuhkan waktu lebih panjang.

Pengiriman sampel antardaerah juga memiliki risiko kerusakan selama perjalanan sekaligus menambah kebutuhan anggaran.

Kini, peningkatan kapasitas laboratorium di Sofifi memungkinkan pengujian sampel pihak ketiga dilakukan lebih dekat dengan sumbernya. Efisiensi waktu dan biaya menjadi manfaat langsung dari penguatan tersebut.

Lebih jauh, keberadaan fasilitas pengujian di daerah juga memperkuat kemampuan pemerintah melakukan pengawasan pangan di wilayah kepulauan.

Dua Lapis Pengawasan untuk MBG

Bagi Maluku Utara, penguatan kapasitas lokal tersebut bukan sekadar persoalan laboratorium. Langkah itu berkaitan dengan kecepatan pemerintah memastikan makanan yang diproduksi untuk program MBG aman sebelum dikonsumsi.

Di sisi lain, Balai POM di Sofifi juga menyiapkan respons apabila muncul dugaan kejadian keracunan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Investigasi dilakukan secara proaktif dengan melibatkan lintas sektor. Balai POM berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota serta instansi terkait untuk memperoleh informasi dan data secara cepat dan akurat.

Data tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut, termasuk penanganan apabila terdapat dugaan kejadian keamanan pangan.

Dengan pola tersebut, pengawasan MBG di Maluku Utara berjalan dalam dua lapis, yakni mencegah risiko sebelum makanan disalurkan sekaligus bergerak cepat ketika muncul indikasi masalah.

Makanan Bergizi Harus Dipastikan Aman

Keamanan pangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan program MBG. Makanan yang bergizi akan kehilangan manfaatnya apabila tidak aman untuk dikonsumsi.

Karena itu, Balai POM di Sofifi menyatakan akan terus memperkuat pengujian, pengawasan preventif, investigasi, serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan MBG di Maluku Utara berjalan aman.

Langkah tersebut sekaligus menempatkan keamanan pangan sebagai bagian penting dalam setiap tahapan pelaksanaan MBG, mulai dari persiapan dapur, pengujian makanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid