KDKMP Diyakini Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Gowa

Senin, 20 Juli 2026 07:10 WIB
Bupati Talenrang saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla di KDKMP Desa Bone, Sabtu ,21 februari 2026. (IDNVoice/Pemkab Gowa)
Bupati Talenrang saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla di KDKMP Desa Bone, Sabtu ,21 februari 2026. (IDNVoice/Pemkab Gowa)

IDNVoice.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulawesi Selatan, menilai penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan akses pembiayaan, efisiensi rantai distribusi, serta perluasan pasar bagi produk-produk lokal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis mengatakan koperasi selama ini terbukti memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi rakyat, bahkan mampu bertahan ketika menghadapi berbagai krisis ekonomi.

Saat membacakan sambutan Menteri Koperasi pada peringatan Hari Koperasi di Gowa, Jumat, Andy menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menempatkan koperasi sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi rakyat.

"Salah satunya melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut Andy, saat ini telah terbentuk lebih dari 80 ribu KDKMP di seluruh Indonesia dan lebih dari 1.061 koperasi di antaranya telah beroperasi.

Keberadaan KDKMP tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk lokal, sekaligus menghadirkan layanan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Selain memperkuat KDKMP, pemerintah juga terus mendorong lahirnya koperasi sektor produksi sebagai motor penggerak industrialisasi rakyat. Berbagai koperasi kini mengelola usaha produktif di sektor perikanan, pertanian, energi, hingga hilirisasi komoditas untuk menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat transformasi koperasi modern melalui pemanfaatan teknologi informasi, sistem pembayaran digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta analisis data.

Transformasi tersebut ditujukan agar koperasi mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani milenial, nelayan, pekerja kreatif, hingga startup lokal.

Menurut Andy, langkah tersebut akan memperkuat daya saing koperasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

"Koperasi bukan hanya badan usaha, tetapi juga usaha bersama untuk memperbaiki kehidupan ekonomi berdasarkan semangat tolong-menolong dan asas kekeluargaan sebagaimana dicita-citakan Bung Hatta," ujarnya.

Melalui tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", pemerintah mengajak seluruh insan koperasi untuk terus memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan tata kelola organisasi, memperluas kolaborasi, serta membangun koperasi yang sehat, modern, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

Andy optimistis energi, kreativitas, dan semangat kolaborasi generasi muda akan menjadikan koperasi Indonesia semakin profesional dan mampu menjadi pilihan utama dalam membangun usaha bersama demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid