IDNVoice.com - Dunia usaha didorong untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) guna memenuhi kebutuhan talenta terampil yang menjadi kunci dalam memperkuat produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
CEO Kitong Bisa Foundation (KBF) Mohammad Afif Dzulqifli mengatakan masih terbatasnya akses pendidikan tinggi menjadi tantangan besar dalam menyiapkan tenaga kerja produktif dan calon pemimpin ekonomi baru dari berbagai daerah di Indonesia Timur.
"Menurut BPS Indonesia, hanya 32 persen siswa yang bisa melanjutkan kuliah setelah tamat SMA. Ini berarti hanya tiga dari 10 orang yang bisa melanjutkan ke bangku kuliah," kata Afif dalam keterangannya pada Minggu, 5 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pertumbuhan sektor usaha dan masuknya investasi di berbagai daerah membutuhkan ketersediaan sumber daya manusia lokal yang memiliki kapasitas, kepemimpinan, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, kebutuhan tersebut semakin mendesak seiring berkembangnya sektor industri, pertambangan, jasa, serta berbagai potensi ekonomi di kawasan Indonesia Timur yang memerlukan tenaga kerja dengan keterampilan dan kompetensi yang memadai.
Karena itu, ia menilai investasi di bidang pendidikan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kerja berkualitas, pemimpin masa depan, serta wirausaha yang mampu mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Afif menambahkan, pengembangan talenta lokal akan memberikan dampak ekonomi berlapis, mulai dari meningkatkan kualitas tenaga kerja, memperkuat produktivitas, hingga membuka peluang lahirnya inovator dan pelaku usaha baru di berbagai daerah.
Sebagai bentuk nyata, Kitong Bisa Foundation bekerja sama dengan Eramet Indonesia melalui Program Beasiswa Eramet Beyond yang sejak 2024 telah membina 41 mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia Timur.
Selain menerima bantuan beasiswa, para peserta juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan, pengembangan kapasitas, serta pengalaman menjalankan berbagai program sosial yang diharapkan mampu membentuk karakter kepemimpinan mereka.
Program tersebut dirancang agar para penerima beasiswa dapat kembali ke daerah asal masing-masing untuk membangun ekonomi lokal, mengurangi kesenjangan kualitas SDM, sekaligus menciptakan inovasi dan peluang usaha baru.
"Saya harap dari program ini teman-teman dapat memberikan dampak dan solusi nyata. Pesan saya untuk teman-teman, bisa pulang dan kembali membangun daerah masing-masing," ujar Afif.
Dengan semakin meratanya pengembangan talenta, generasi muda Indonesia Timur diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu tumbuh sebagai inovator, calon pengusaha, dan penggerak utama pertumbuhan ekonomi di daerahnya. [DR]