Dukung Kantin Sekolah Terlibat dalam Program MBG, DPRD Kota Tangerang: Lebih Efisien dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Selasa, 23 Juni 2026 18:06 WIB
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Kapolres Metro Tangerang Kota RM Jauhari meninjau langsung fasilitas alat transportasi untuk distribusi MBG di SPPG Cisadane 1 (IDNVoice/Prokopim Kota Tangerang)
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Kapolres Metro Tangerang Kota RM Jauhari meninjau langsung fasilitas alat transportasi untuk distribusi MBG di SPPG Cisadane 1 (IDNVoice/Prokopim Kota Tangerang)

IDNVoice.com - DPRD Kota Tangerang menyatakan dukungannya terhadap rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang akan melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Skema tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi program sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Jusman Said, mengatakan pengelolaan MBG melalui kantin sekolah dapat memangkas rantai distribusi makanan sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efektif.

"Pada prinsipnya kami setuju. Jika dikelola melalui kantin sekolah, akan terjadi efisiensi yang luar biasa karena tidak lagi membutuhkan distribusi yang panjang. Makanan juga dapat disajikan lebih segar karena diproses langsung di lingkungan sekolah," kata Jusman dalam keterangannya pada Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut Jusman, pelibatan kantin sekolah juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas. Kehadiran program tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjadi pemasok bahan pangan, mulai dari sayuran, telur, hingga daging.

Selain memberikan manfaat ekonomi, skema ini dinilai akan mempermudah pengawasan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Dengan proses pengolahan yang dilakukan langsung di lingkungan sekolah, kebutuhan gizi dan kesesuaian menu bagi peserta didik dapat lebih terpantau.

"Dengan pengelolaan di kantin sekolah, pengawasan menjadi lebih mudah dan kebutuhan siswa dapat lebih diperhatikan, baik dari sisi gizi maupun kesesuaian menu," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu`ti memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap akan dilanjutkan karena mendapat dukungan luas dari para siswa di berbagai daerah.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Abdul Mu`ti menyebutkan bahwa hingga saat ini sebanyak 43,4 juta murid atau sekitar 80,94 persen dari total 53,5 juta murid di Indonesia telah menerima manfaat program tersebut.

Pemerintah, lanjutnya, tengah menyiapkan sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaan MBG, termasuk membuka peluang bagi kantin sekolah untuk berperan sebagai penyedia makanan bergizi bagi para siswa.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penyesuaian sasaran penerima manfaat agar program berjalan lebih tepat guna. Prioritas akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang siswanya dinilai lebih membutuhkan bantuan melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan MBG sekaligus memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh kelompok yang menjadi prioritas pemerintah. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid