Parade 1.000 Dulang Meriahkan Tahun Baru Islam di Lombok Timur, Jadi Simbol Kebersamaan dan Pelestarian Budaya

Selasa, 16 Juni 2026 09:56 WIB
Peserta parade seribu dulang yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka Festival 1 Muharram 1448 Hijriah, 16-26 Juni 2026 di Lombok Timur pada Selasa, 16 Juni 2026. (IDNVoice/Humas Pemkab Lombok Timur)
Peserta parade seribu dulang yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka Festival 1 Muharram 1448 Hijriah, 16-26 Juni 2026 di Lombok Timur pada Selasa, 16 Juni 2026. (IDNVoice/Humas Pemkab Lombok Timur)

IDNVoice.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menggelar Parade 1.000 Dulang sebagai bagian dari rangkaian Festival 1 Muharram 1448 Hijriah. Tradisi penyajian makanan khas yang telah menjadi ikon perayaan Tahun Baru Islam tersebut dinilai tidak hanya sebagai atraksi budaya, tetapi juga upaya nyata melestarikan warisan lokal masyarakat Sasak.

Wakil Bupati Lombok Timur Moh Edwin Hadiwijaya mengatakan Parade 1.000 Dulang merupakan salah satu agenda utama dalam Festival 1 Muharram yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Selong pada 16-21 Juni 2026.

"Parade seribu dulang ini menjadi ikon dari kegiatan Tahun Baru Hijriah," kata Edwin di Lombok Timur pada Selasa, 16 Juni 2026.

Menurutnya, festival tahun ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari acara keagamaan, pertunjukan budaya, pameran pembangunan, bazar UMKM, hiburan rakyat, hingga parade 1.000 dulang yang menjadi daya tarik utama masyarakat. Kehadiran berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Ia menjelaskan, tradisi dulang yang diakhiri dengan makan bersama menjadi gambaran kuat tentang kekompakan masyarakat Lombok Timur.

"Kekompakan, rasa kepedulian, kebersamaan dan semangat gotong royong tersebut menjadi modal dalam mengatasi tantangan pembangunan ke depan," ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berharap nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang tercermin dalam tradisi tersebut terus terjaga dan menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan serta kemajuan daerah.

"Kegiatan Festival 1 Muharram ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.

Momentum pergantian tahun hijriah juga dimaknai sebagai ajakan untuk berhijrah menuju kondisi yang lebih baik. Edwin menuturkan pembacaan doa akhir dan awal tahun yang digelar pada Senin malam (15 Juni 2026) menjadi simbol semangat perubahan tersebut. Ia berharap kepemimpinannya bersama Bupati Lombok Timur Haerul Warisin dapat membawa kemajuan yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur menyongsong tahun baru dengan meningkatkan kebersamaan dan persatuan, menjaga keamanan untuk lancarnya pembangunan di Kabupaten Lombok Timur," ujarnya.

Parade dulang sendiri merupakan tradisi membawa aneka makanan yang ditempatkan dalam dulang dan ditutup menggunakan tembolaq merah. Ribuan perempuan Sasak mengenakan pakaian adat lambung lengkap dengan lempot atau ikat pinggang khas daerah saat mengikuti prosesi tersebut. Pakaian tradisional itu melambangkan kesopanan serta kesuburan tanah air.

Seiring waktu, tradisi dulang berkembang menjadi simbol kebersamaan masyarakat Lombok Timur dalam menyambut Tahun Baru Islam. Setiap tahunnya, ribuan warga dari berbagai desa dan kecamatan ikut ambil bagian, menjadikan Parade 1.000 Dulang sebagai salah satu perayaan budaya-religi terbesar dan paling dinantikan di wilayah tersebut. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid