IDNVoice.com - Perum Bulog Bali memastikan ketersediaan beras dan pangan strategis tetap aman menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Saat ini, Bulog Bali menguasai stok beras sebanyak 10,79 juta kilogram yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan.
“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kami memastikan bahwa stok pangan yang dikuasai Bulog Bali dalam kondisi aman untuk 10 bulan ke depan, total stok yang kami miliki saat ini mencapai 10,79 juta kg dan siap digunakan memenuhi kebutuhan masyarakat Bali,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Bali Simon Melkisedek Lakapu di Denpasar pada Minggu, 14 Juni 2026.
Simon menjelaskan, total stok beras yang tersedia mencapai 10.795.581 kilogram. Dengan jumlah tersebut, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras maupun komoditas pangan strategis lainnya.
Untuk itu, Bulog mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan pangan dinilai sangat mencukupi.
Selain memastikan ketersediaan stok, Bulog Bali juga terus memantau perkembangan harga di pasar. Hasil pemantauan menunjukkan harga beras dan sejumlah komoditas strategis lainnya masih relatif stabil.
“Salah satu tugas Bulog adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Sampai saat ini harga beras di Bali masih dalam kondisi yang terkendali. Kami terus berkoordinasi dengan satgas pangan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi ini tetap terjaga selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan,” ujarnya.
Rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun ini dimulai dari Penampahan Galungan pada 16 Juni hingga Umanis Kuningan pada 28 Juni 2026.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya, Bulog juga mempercepat penyaluran bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 guna membantu menjaga daya beli masyarakat.
Hingga pertengahan Juni 2026, bantuan pangan telah disalurkan kepada 287.347 Penerima Bantuan Pangan (PBP), atau setara 96,5 persen dari total pagu penerima di Provinsi Bali.
“Program bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli dan memenuhi kebutuhan pangan pokok. Kami terus mempercepat penyaluran agar seluruh penerima manfaat dapat menerima haknya tepat waktu,” kata Simon.
Di sisi lain, Bulog Bali juga mengoptimalkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui distribusi beras ke pasar tradisional, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), kios pengecer, Rumah Pangan Kita (RPK), dan berbagai saluran distribusi lainnya.
Hingga saat ini, sebanyak 3.028.010 kilogram Beras SPHP telah disalurkan di seluruh wilayah Bali sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen.
“Penyaluran Beras SPHP terus kami optimalkan sebagai instrumen stabilisasi harga. Dengan distribusi yang masif dan merata, kami berharap masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan cenderung meningkat,” ujarnya.
Simon optimistis sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan mampu menjaga kondisi pangan daerah tetap aman dan kondusif selama perayaan Galungan dan Kuningan.
“Dengan stok yang mencukupi, harga yang stabil, serta berbagai program intervensi pemerintah yang berjalan efektif, masyarakat diharapkan dapat merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” tuturnya. [DR]