BGN Suspend 18 Dapur MBG di Tulungagung, Temukan Dugaan Monopoli Pemasok dan Sarpras Tak Standar

Minggu, 14 Juni 2026 20:58 WIB
Petugas saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pada beberapa dapur SPPG di Tulungagung. (IDNVoice/ANTARA)
Petugas saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pada beberapa dapur SPPG di Tulungagung. (IDNVoice/ANTARA)

IDNVoice.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Langkah tersebut diambil setelah ditemukan sejumlah persoalan, mulai dari sarana dan prasarana (sarpras) yang belum memenuhi standar hingga indikasi monopoli pemasok bahan pangan.

Koordinator Wilayah BGN Tulungagung, Sabrina Mahardika, mengatakan kebijakan suspend dilakukan sebagai bagian dari evaluasi untuk meningkatkan standar keamanan pangan dan kualitas menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Melalui hasil evaluasi yang kami lakukan menunjukkan ada beberapa SPPG yang hanya memiliki tiga sampai lima suplier. Tentunya ini di bawah ketentuan batas minimal sebanyak 15 suplier,” kata Sabrina pada Minggu, 14 Juni 2026.

Menurutnya, penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut dipicu oleh beberapa faktor, seperti sarpras yang belum memenuhi standar, adanya kejadian luar biasa (KLB) seperti dugaan keracunan makanan MBG, hingga dugaan monopoli pemasok.

Terkait dugaan monopoli, BGN telah menetapkan aturan bahwa setiap SPPG wajib memiliki sedikitnya 15 pemasok agar tidak terjadi ketergantungan pada pihak tertentu maupun praktik yang menguntungkan kelompok tertentu.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan masih ada SPPG yang hanya bekerja sama dengan tiga hingga lima pemasok.

Sabrina menjelaskan, masa suspend tidak ditetapkan secara pasti dan dapat dicabut sewaktu-waktu apabila pengelola SPPG telah melakukan perbaikan sesuai standar yang ditetapkan BGN.

Artinya, semakin cepat perbaikan dilakukan, semakin cepat pula status suspend dapat dicabut dan operasional dapur kembali berjalan.

BGN juga terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Karena itu, jumlah dapur SPPG yang dikenai suspend masih berpotensi berubah sesuai hasil pemeriksaan di lapangan.

Meski demikian, Sabrina memastikan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan. Penerima manfaat dari SPPG yang dibekukan sementara akan dialihkan ke dapur lain yang masih beroperasi.

“Apabila ditemukan kekurangan sarpras, manajemen hingga kualitas menu akan dilaporkan BGN pusat. Untuk penerima manfaat dari SPPG yang di-suspend tidak perlu khawatir karena akan dialihkan ke SPPG lain,” katanya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid