Isu Simon Mantiri Gantikan Bahlil Jadi Menteri ESDM, Ini Respons Ketua Umum Golkar

Senin, 19 Oktober 2026 16:48 WIB
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (IDNVoice/Golkar)
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (IDNVoice/Golkar)

IDNVoice.com – Kabar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri bakal menggantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi sorotan publik. Isu pergantian tersebut mencuat di tengah posisi Bahlil yang kini merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Menanggapi kabar tersebut, Bahlil mengaku tidak mengetahui adanya isu yang menyebut Simon Mantiri akan menggantikannya di kursi Menteri ESDM. "Nggak tahu saya, nggak tahu, nggak tahu, nggak tahu," kata Bahlil kepada wartawan, dikutip pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, keputusan mengenai perubahan susunan kabinet, termasuk pengangkatan dan pemberhentian menteri, sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kewenangan tersebut telah dijamin oleh konstitusi sehingga semua keputusan terkait komposisi kabinet harus diserahkan kepada kepala negara.

"Mengangkat, memberhentikan, mengevaluasi, mengapakan anggota kabinet, itulah hak prerogatif Bapak Presiden. Itu konstitusi menjamin. Jadi, kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden sebagai yang mempunyai pemegang mandat rakyat," sebut Bahlil.

Saat kembali ditanya mengenai kemungkinan perombakan kabinet di bawah koordinasi kementeriannya, Bahlil kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan kewenangan Presiden Prabowo.

"Reshuffle itu hak prerogratif Bapak Presiden. Jadi, kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden," tegas Menteri ESDM tersebut.

Sebelumnya, Bahlil menyatakan dirinya masih menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM sekaligus Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia mengungkapkan, rangkap jabatan tersebut merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

"Sampai dengan hari ini, saya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden sebaik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hilirisasi," beber Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Bahlil diketahui baru dilantik sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026. Sejak pelantikan tersebut, ia menegaskan akan tetap merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM sesuai dengan arahan Presiden.

Menurut Bahlil, tanggung jawab yang kini diembannya merupakan amanah besar dari negara. Ia pun menyatakan kesiapannya untuk bekerja maksimal dalam menjalankan kedua tugas tersebut, baik dalam pengelolaan sektor energi maupun koordinasi kebijakan hilirisasi dan transisi energi nasional.

"Saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM. Saya tahu ini adalah amanah, tanggung jawab negara yang saya harus emban," beber Bahlil usai pelantikan.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, Bahlil menegaskan dirinya tetap menjalankan kedua jabatan sesuai arahan Presiden Prabowo. Sementara itu, kabar mengenai Simon Aloysius Mantiri yang disebut-sebut bakal menggantikannya sebagai Menteri ESDM masih berupa isu yang belum dikonfirmasi secara resmi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid