IDNVoice.com – Dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi pemilihan presiden berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tercatat relatif rendah di kalangan pemilih sejumlah partai politik. Bahkan, di kalangan pemilih Partai Gerindra, hanya 20 persen responden yang memilih Prabowo.
Temuan tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, yang menilai dukungan elite partai terhadap pemerintahan belum tentu sejalan dengan pilihan politik para pemilihnya.
Dalam simulasi semi terbuka, sebanyak 20 persen pemilih Gerindra menyatakan memilih Prabowo, sedangkan 74 persen lainnya memilih kandidat lain.
Dukungan terhadap Prabowo juga tercatat rendah di kalangan pemilih partai politik lain. Dari kelompok pemilih Golkar, hanya 17 persen yang memilih Prabowo. Angka tersebut turun menjadi 11 persen di kalangan pemilih NasDem, 8 persen pemilih PAN, dan 6 persen pemilih Demokrat.
Sementara itu, dukungan dari pemilih PDIP tercatat 6 persen, PKB sebesar 4 persen, dan PKS hanya 2 persen.
Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan antara dukungan politik elite partai terhadap pemerintahan dengan pilihan responden dalam simulasi pemilihan presiden.
Rendahnya persentase dukungan terhadap Prabowo di kalangan pemilih sejumlah partai menjadi salah satu aspek yang disoroti dalam survei SMRC.
Meski elite politik sejumlah partai menyatakan dukungan kepada Presiden, hasil simulasi menunjukkan bahwa pilihan pemilih di tingkat akar rumput tidak selalu mengikuti sikap politik para elite tersebut.
Data dari pemilih Gerindra menjadi salah satu contoh yang menarik perhatian. Sebanyak 20 persen memilih Prabowo, sementara 74 persen memilih kandidat lain.
Namun, angka tersebut perlu dibaca sesuai konteks simulasi semi terbuka yang digunakan dalam survei. Persentase responden yang memilih kandidat lain tidak otomatis berarti mereka menolak pemerintahan Prabowo, karena pertanyaan survei berkaitan dengan pilihan calon presiden.
Deni Irvani menilai, merosotnya elektabilitas Prabowo berkaitan erat dengan penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah, kondisi ekonomi-politik, serta penegakan hukum.
Selain itu, ia menyoroti penilaian publik terhadap kemampuan pemerintah dalam menangani berbagai persoalan mendesak, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menurut Deni, evaluasi masyarakat terhadap sejumlah aspek tersebut berkaitan dengan perubahan dukungan terhadap Prabowo dalam simulasi pemilihan presiden.
"Penurunan ini sangat berhubungan dengan kepuasan atas kinerja presiden, dengan kondisi makro ekonomi-politik dan penegakan hukum yang dinilai publik buruk, dengan kinerja pemerintah mengatasi masalah-masalah mendesak, serta dengan penilaian negatif atas program MBG dan KDMP," kata Deni pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut menempatkan penilaian terhadap kinerja pemerintahan sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca perubahan elektabilitas Prabowo.
Meski demikian, temuan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa satu program tertentu menjadi penyebab tunggal penurunan dukungan. Penilaian publik terhadap kinerja pemerintah, kondisi ekonomi-politik, dan penegakan hukum merupakan sejumlah aspek yang disoroti Deni dalam penjelasannya.
Secara keseluruhan, temuan SMRC memperlihatkan bahwa dukungan elite partai politik terhadap pemerintah tidak selalu berbanding lurus dengan pilihan responden dalam simulasi pemilihan presiden.
Rendahnya dukungan terhadap Prabowo di kalangan pemilih sejumlah partai juga muncul bersamaan dengan sorotan terhadap penilaian masyarakat mengenai kinerja pemerintahan, termasuk program MBG dan KDKMP.
SMRC menilai, perubahan elektabilitas Prabowo tidak dapat dilepaskan dari persepsi publik terhadap pemerintahan yang dipimpinnya. Namun, hasil survei tetap merupakan gambaran pilihan responden pada saat penelitian dilakukan dan bukan kepastian mengenai hasil pemilihan presiden mendatang.
Temuan tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani melalui kanal YouTube SMRC TV pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Survei terbaru dilakukan pada 1–10 Oktober 2026. [DR]