IDNVoice.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus mendorong percepatan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar tidak sekadar berdiri sebagai gerai usaha, tetapi mampu menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat desa.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi lintas instansi, mulai dari penyediaan aset, penentuan lokasi usaha yang strategis, hingga penguatan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta potensi lokal.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Sidoarjo Subandi saat menerima audiensi jajaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sidoarjo. Pertemuan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah M. Ainur Rahman, Asisten III Administrasi Umum Fenny Apridawati, serta sejumlah pejabat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sidoarjo.
Subandi menekankan, dukungan terhadap pengembangan KDKMP tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan penyediaan gerai. Lebih dari itu, setiap koperasi harus memiliki perencanaan usaha yang matang, lokasi yang memadai, serta aktivitas transaksi ekonomi yang berkelanjutan.
"Pengembangan KDMP harus kita dukung bersama. Tidak hanya membangun gerai, tetapi juga memastikan kegiatan usahanya berjalan, mampu memasarkan produk UMKM dan potensi lokal, serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat," kata Subandi dalam keterangannya pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Menurutnya, keberhasilan KDKMP sangat bergantung pada kesiapan operasional dan kemampuan koperasi menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa. Karena itu, koordinasi intensif antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pemerintah desa perlu terus diperkuat.
Subandi berharap, berbagai kendala terkait ketersediaan aset dan penentuan lokasi strategis dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, KDKMP dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi desa sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk UMKM dan potensi unggulan setempat.
Sementara itu, Kepala KPPN Sidoarjo Vicensia Retnasari mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi secara langsung terhadap sejumlah KDKMP di Kabupaten Sidoarjo. Hasil pemantauan tersebut dihimpun sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan dan efektivitas operasional koperasi.
"Masukan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi kendala serta mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, pengembangan KDMP di Sidoarjo tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana, tetapi juga pada kesiapan operasional dan keberlanjutan usaha," tutur Vicensia.
Selain mendukung pengembangan KDKMP, KPPN Sidoarjo juga menjalankan sejumlah program pendampingan untuk memperkuat perekonomian daerah. Program tersebut mencakup pemberdayaan UMKM, survei keekonomian debitur program Ultra Mikro (UMi) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembinaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
KPPN Sidoarjo turut berperan dalam mendampingi pelaksanaan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, pengembangan program-program tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Sidoarjo.
Dengan penguatan operasional, kepastian lokasi usaha, dan dukungan pemasaran produk lokal, KDKMP diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. [DR]