Soroti Gerai Obat KDKMP di Mojokerto, BPOM Ingatkan Pentingnya Tenaga Kefarmasian yang Kompeten

Senin, 19 Oktober 2026 20:08 WIB
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat melakukan peninjauan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) pada Senin, 19 Oktober 2026. (IDNVoice/Dok. RRI)
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat melakukan peninjauan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) pada Senin, 19 Oktober 2026. (IDNVoice/Dok. RRI)

IDNVoice.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan pentingnya keberadaan tenaga kefarmasian atau personel terlatih yang kompeten untuk mengawasi pengelolaan obat di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pengawasan tersebut diperlukan agar obat yang dijual kepada masyarakat dikelola dengan benar dan sesuai ketentuan.

Hal itu disampaikan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat meninjau KDKMP di Desa Lengkong, Kabupaten Mojokerto, Senin. Dalam kunjungan tersebut, BPOM menemukan gerai obat di koperasi itu belum memiliki tenaga kefarmasian atau personel terlatih yang mempunyai kompetensi untuk mengawasi pengelolaan obat.

Taruna mengatakan kebutuhan tenaga pendamping harus disesuaikan dengan bentuk layanan yang dijalankan koperasi. Jika gerai obat dikembangkan menjadi apotek, keberadaan apoteker menjadi salah satu persyaratan penting. Sementara itu, gerai obat yang belum berstatus apotek tetap perlu didampingi tenaga kefarmasian atau personel terlatih yang kompeten.

"Maka kita anjurkan khusus untuk koperasi yang berhubungan dengan gerai obat, kalau dia mau naik jadi apotek, tentu at least ada apoteker di situ. Tapi kalau dia belum jadi apotek, hanya gerai obat, at least ada tenaga kefarmasian atau orang yang terlatih yang memiliki kompetensi yang mengawal," tutur Taruna Ikrar pada Senin, 19 Oktober 2026.

Dalam peninjauan tersebut, BPOM mendapati gerai obat KDKMP Desa Lengkong menyediakan obat bebas dan obat bebas terbatas. Taruna turut menyoroti pentingnya pengawasan terhadap jenis obat tertentu, termasuk obat batuk yang mengandung dextromethorphan.

Pengawasan diperlukan agar penjualan dan penggunaan obat tersebut tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat. Karena itu, pengelolaan gerai obat di lingkungan koperasi perlu memperhatikan aspek keamanan, kompetensi petugas, serta ketentuan yang berlaku.

Selain meninjau pengelolaan obat, BPOM juga memeriksa penataan produk pangan olahan yang dijual di KDKMP Desa Lengkong, mulai dari minyak hingga berbagai makanan kemasan.

Secara umum, penempatan produk dinilai sudah sesuai. Namun, Taruna mengingatkan bahwa penyimpanan sejumlah produk pangan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan temperaturnya.

"Di antara produk-produk ini ada yang cukup sensitif terhadap temperatur. Mungkin untuk produk yang sensitif temperatur, bagusnya di tempat pendingin yang di belakang itu," kata Taruna.

Dalam pemeriksaan fasilitas penyimpanan, Taruna turut menyoroti keberadaan cold storage atau fasilitas penyimpanan dingin di koperasi tersebut.

Menurutnya, kemampuan pendingin yang tersedia cukup baik. Fasilitas itu disebut mampu mencapai suhu minus 20 derajat Celsius untuk mendukung penyimpanan produk yang membutuhkan temperatur rendah.

Meski demikian, penyimpanan produk tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing barang agar kualitasnya terjaga selama berada di gerai koperasi.

Sementara itu, Ketua Pengurus KDKMP Desa Lengkong, Muhammad Sorim, menyambut kunjungan BPOM sebagai kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan koperasi, khususnya dalam memenuhi berbagai persyaratan yang diperlukan.

Ia berharap kegiatan peninjauan tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan koperasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

"Mungkin dengan kunjungan-kunjungan ini bisa meningkatkan kualitas KDMP itu sendiri," ucap Sorim.

Sorim juga menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap keberadaan KDKMP Desa Lengkong cukup tinggi. Sejak mulai terealisasi, koperasi tersebut dinilai membawa manfaat bagi warga sekaligus menjadi salah satu upaya untuk mendukung perputaran ekonomi di Desa Lengkong.

Kunjungan BPOM ini menjadi bagian dari perhatian terhadap pengelolaan gerai obat dan produk pangan di KDKMP, sehingga keberadaan koperasi tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi desa, tetapi juga memperhatikan keamanan produk yang dipasarkan kepada masyarakat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid