ID Food Sebut MBG Jadi Penopang Harga Telur Ayam, Libur Sekolah Bikin Harga Peternak Anjlok

Senin, 19 Oktober 2026 20:03 WIB
Gedung PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID Food. (IDNVoice/ID FOOD)
Gedung PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID Food. (IDNVoice/ID FOOD)

IDNVoice.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga telur ayam, terutama di tingkat peternak. Holding BUMN Pangan ID Food bahkan menyebut program tersebut sebagai satu-satunya pintu yang dapat menjaga keseimbangan pasokan dan harga telur di tengah meningkatnya produksi.

Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, mengatakan pihaknya telah memperbesar pasokan telur ayam untuk memenuhi kebutuhan program MBG. Langkah ini dilakukan agar hasil produksi peternak tetap terserap dan harga telur tidak mengalami gejolak.

"MBG kemarin kita langsung memperbesar pasokan telur ke sana, jadi supaya harga-harga bisa stabil. MBG satu-satunya pintu yang bisa menjaga stabilitas pasokan dan harga," ujarnya dalam acara Agrifood Forum 2026 yang digelar CNN Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan pada Senin, 19 Oktober 2026.

Menurut Ghimoyo, keberadaan MBG memiliki peran strategis dalam menyerap produksi telur ayam yang terus meningkat. Ketika permintaan dari program tersebut berjalan, hasil panen peternak memiliki saluran penyerapan yang membantu menjaga keseimbangan pasar.

Sebaliknya, ketika program MBG berhenti sementara, seperti saat libur sekolah, permintaan telur dapat menurun secara mendadak. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelebihan pasokan yang kemudian menekan harga jual di tingkat peternak.

Ghimoyo mencontohkan, harga telur ayam di tingkat peternak langsung mengalami penurunan ketika program MBG tidak berjalan selama masa libur sekolah.

Ia menjelaskan, peningkatan produksi telur telah terjadi karena peternak selama ini mengandalkan penyerapan dari program MBG. Ketika penyerapan tersebut terhenti sementara, produksi yang terus berlangsung tidak diimbangi permintaan dalam jumlah yang sama.

"Anak sekolah libur empat hari, produksinya terus-terusan, jadi itu membuat gejolak sedikit. Jadi, pemerintah hadir untuk menstabilkan itu," ujarnya.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa perubahan permintaan dalam waktu singkat dapat memengaruhi harga komoditas pangan, terutama produk yang produksinya berlangsung secara rutin seperti telur ayam.

Bagi peternak, penurunan harga yang terjadi ketika pasokan melimpah dapat menekan pendapatan dan meningkatkan risiko kerugian. Karena itu, keberadaan saluran penyerapan yang stabil menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternakan.

Pernyataan ID Food tersebut menyoroti peran MBG yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi rantai pasok pangan dari produsen hingga konsumen.

Dengan memperbesar penyerapan telur untuk kebutuhan program, pemerintah diharapkan dapat membantu menjaga permintaan sekaligus mengurangi tekanan terhadap harga di tingkat peternak.

Namun, stabilitas harga dalam jangka panjang juga memerlukan pengelolaan produksi, distribusi, dan diversifikasi pasar agar penyerapan telur tidak bergantung pada satu saluran permintaan saja.

Keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar menjadi penting agar peternak tetap memperoleh harga yang layak, sementara pasokan telur untuk kebutuhan masyarakat dapat terjaga. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid