IDNVoice.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus didorong menjadi pusat pelayanan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi desa. Untuk memastikan kesiapan operasionalnya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto bersama PT PLN (Persero) meninjau empat KDKMP di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Jawa Barat pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Empat koperasi yang dikunjungi yakni KDKMP Citaman Nagreg, Bojongloa Rancaekek, Cangkuang Wetan Dayeuhkolot, dan Padalarang. Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi KDKMP di berbagai daerah guna memastikan koperasi siap beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain memperkuat distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, pengembangan KDKMP juga diarahkan untuk menghadirkan layanan publik yang lebih dekat dengan warga. Salah satunya melalui kolaborasi dengan PLN yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi kelistrikan langsung di koperasi.
Dalam kunjungan tersebut, Bima Arya menegaskan bahwa KDKMP memiliki fungsi strategis sebagai infrastruktur pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, bantuan pemerintah, dan barang bersubsidi.
“KDKMP bukan toko retail. Ini adalah infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan pemerintah dan barang-barang bersubsidi. Ini adalah langkah awal, dan kami tentunya akan terus mengevaluasi agar lebih baik,” ujar Bima sebagaimana dikutip IDNVoice pada Senin, 19 Oktober 2026.
Menurutnya, keberadaan KDKMP diharapkan dapat mempermudah masyarakat desa mendapatkan barang yang dibutuhkan tanpa harus menghadapi kendala akses distribusi. Karena itu, kesiapan operasional koperasi perlu terus dipantau dan dievaluasi agar pelaksanaannya semakin efektif.
Bima juga mengapresiasi dukungan PLN yang menghadirkan layanan transaksi kelistrikan berbasis Payment Point Online Bank (PPOB) di KDKMP. Layanan ini dinilai dapat memperluas fungsi koperasi sekaligus mendekatkan akses pelayanan PLN kepada masyarakat.
Dengan adanya layanan tersebut, koperasi tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi tempat bagi warga untuk mengakses kebutuhan layanan kelistrikan sehari-hari.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, mengatakan PLN mendukung pengembangan KDKMP melalui kolaborasi yang memberikan manfaat bagi koperasi dan masyarakat. PLN juga mendorong perluasan layanan transaksi kelistrikan sebagai peluang bagi koperasi untuk mengembangkan aktivitas usahanya.
“Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui KDKMP, PLN all out mendukung kemandirian koperasi. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi KDKMP untuk menjadi mitra penyedia layanan transaksi kelistrikan bagi masyarakat,” ujar Fahrur Rozy.
Ia menjelaskan, layanan berbasis PPOB memberikan alternatif bagi masyarakat untuk melakukan transaksi kelistrikan secara langsung melalui koperasi. Kehadiran fasilitas ini juga diharapkan membantu warga yang belum terbiasa menggunakan kanal layanan digital.
Melalui layanan pembayaran tagihan listrik dan pembelian token listrik, KDKMP dapat menghadirkan lebih banyak pilihan layanan dalam satu tempat. Di sisi lain, transaksi tersebut membuka peluang pendapatan tambahan yang dapat mendukung keberlanjutan usaha koperasi.
“Melalui layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik, KDKMP dapat memperluas jenis layanan yang tersedia bagi warga sekaligus memperoleh peluang pendapatan tambahan. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing wilayah,” katanya.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung kemandirian koperasi sekaligus memperluas akses layanan kelistrikan. Dengan memanfaatkan jaringan koperasi yang berada dekat dengan permukiman, masyarakat diharapkan memiliki pilihan layanan yang lebih mudah dijangkau.
Dukungan terhadap perluasan layanan KDKMP juga disampaikan Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi. Ia mengapresiasi penambahan layanan transaksi kelistrikan karena dinilai semakin memperbesar manfaat koperasi bagi masyarakat.
Menurut Asep, ketersediaan beragam layanan di satu lokasi dapat mempermudah warga memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat peran koperasi dalam menggerakkan perekonomian desa.
“Keberadaan KDKMP diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, baik dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun mengakses layanan kelistrikan. Kami berharap koperasi ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga,” kata Asep.
Pengembangan layanan tersebut diharapkan membuat KDKMP semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain membantu penyaluran kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, koperasi juga berpeluang menjadi titik pelayanan yang mendukung aktivitas ekonomi warga.
Melalui penguatan operasional dan perluasan kerja sama dengan PLN, KDKMP diharapkan dapat tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat desa. Sinergi ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi yang mandiri, adaptif, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. [DR]