AHY Teratas dalam Survei Kinerja Menko, 49,8 Persen Responden Setuju Reshuffle Kabinet Prabowo

Senin, 19 Oktober 2026 10:25 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDNVoice/DK-Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDNVoice/DK-Istimewa)

IDNVoice.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menempati posisi teratas sebagai menteri koordinator dengan kinerja terbaik dalam survei Adidaya Institute terkait dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam survei yang dipantau di Jakarta, Senin, AHY memperoleh penilaian positif dari 38,5 persen responden. Capaian tersebut menempatkannya di posisi pertama, mengungguli enam menteri koordinator lainnya di Kabinet Merah Putih.

Hasil ini menunjukkan AHY menjadi figur yang paling banyak dipilih responden ketika diminta menilai kinerja para menko. Namun, survei yang sama juga mengungkapkan catatan kritis masyarakat terhadap profesionalisme para menteri dan munculnya dukungan untuk melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat.

AHY Ungguli Enam Menko Lainnya

Berdasarkan hasil survei Adidaya Institute yang dilaksanakan pada 15–21 September 2026, AHY meraih 38,5 persen suara responden sebagai menko dengan kinerja paling baik.

Posisi kedua ditempati Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, dengan perolehan 17,6 persen. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, berada di urutan ketiga dengan 10,6 persen.

Berikutnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar masing-masing memperoleh 9,4 persen.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meraih 7,7 persen, sedangkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno memperoleh 6,8 persen.

Hasil tersebut menempatkan AHY dengan selisih cukup jauh dari peringkat kedua. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja terbaik seorang menko tidak serta-merta mencerminkan penilaian menyeluruh terhadap kinerja seluruh anggota Kabinet Merah Putih.

Di balik posisi AHY yang memimpin penilaian kinerja menko, survei Adidaya Institute juga mencatat adanya pandangan kritis responden terhadap profesionalisme para menteri.

Hanya 38,5 persen responden yang menilai para menteri Kabinet Merah Putih telah bekerja secara profesional. Sebaliknya, sebanyak 46,5 persen responden menilai para menteri belum bekerja secara profesional.

Temuan ini memperlihatkan adanya tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja jajaran kabinet. Penilaian tersebut juga menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam menjaga kualitas pelaksanaan program dan memastikan hasil kerja dapat dirasakan masyarakat.

Selain menilai kinerja dan profesionalisme menteri, survei tersebut turut mengukur pandangan masyarakat mengenai kemungkinan perombakan kabinet.

Hasilnya, sebanyak 49,8 persen responden menyatakan setuju apabila pemerintah melakukan reshuffle atau pergantian pejabat dalam Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.

Sementara itu, 31,4 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap rencana perombakan kabinet.

Angka tersebut menunjukkan dukungan terhadap reshuffle lebih tinggi dibandingkan penolakan di antara responden yang tercantum dalam hasil survei. Meski demikian, temuan ini merupakan gambaran pendapat responden dan bukan keputusan resmi pemerintah mengenai perubahan susunan kabinet.

Adidaya Institute melaksanakan survei pada 15–21 September 2026 dengan melibatkan 1.240 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia.

Populasi survei mencakup warga negara Indonesia yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2024, berdasarkan basis data tempat pemungutan suara (TPS).

Penentuan responden dilakukan secara proporsional dan berimbang berdasarkan jumlah penduduk yang tercermin dalam jumlah DPT di setiap provinsi. Melalui metode tersebut, sampel mencakup 122 kota dan kabupaten dengan pendekatan berbasis TPS serta data responden by name, by address.

Teknik penarikan sampel menggunakan metode probability sampling dengan pendekatan systematic sampling. Survei ini memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei tersebut memberikan gambaran mengenai persepsi responden terhadap kinerja para menteri koordinator sekaligus evaluasi terhadap profesionalisme kabinet. Di tengah posisi AHY sebagai menko dengan penilaian tertinggi, tingginya dukungan terhadap reshuffle menjadi salah satu catatan penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengevaluasi kinerja jajaran kabinet. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid