Keluarga Jurnalis Yudistiro Pranoto Gelar Doa Bersama, Ikhlas dengan Apapun Takdirnya

Kamis, 17 September 2026 08:31 WIB
Suasana doa bersama di kediaman Ibunda Yudistira di Komplek LKBN Antara Kota Bekasi. (IDNVoice/RRI)
Suasana doa bersama di kediaman Ibunda Yudistira di Komplek LKBN Antara Kota Bekasi. (IDNVoice/RRI)

IDNVoice.com - Keluarga Yudistiro Pranoto, salah seorang jurnalis yang hilang saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau, menggelar doa bersama di kediaman sang ibu, Juliasih Purwanti, di Kompleks LKBN Antara, Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Rabu, 16 September 2026.

Doa bersama tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan penguatan keluarga di tengah proses pencarian Yudistiro yang hingga kini belum ditemukan.

Yudistiro diketahui merupakan fotografer senior sekaligus jurnalis iNews. Ia menjadi salah satu dari lima jurnalis yang hilang ketika melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Perwakilan keluarga, Fera yang merupakan kakak kandung Yudistiro, mengatakan pihak keluarga telah berusaha ikhlas menerima apapun yang terjadi. Saat ini, keluarga hanya dapat memanjatkan doa agar Yudistiro mendapat keselamatan.

Menurut Fera, keluarga tentu akan bersyukur apabila Yudistiro berhasil ditemukan dan diselamatkan. Namun, keluarga juga mengaku telah siap menerima kemungkinan terburuk.

"Kami sudah ikhlas apapun yang sudah terjadi nanti, kita tidak bisa melawan takdir Allah. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya bisa berdoa, kalau masih bisa diselamatkan kami bersyukur kalau tidak kami ikhlas," katanya pada Rabu, 16 September 2026.

Fera menegaskan, apa yang dialami Yudistiro merupakan bagian dari takdir Allah SWT. Sebagai manusia, keluarga hanya bisa terus berdoa sembari menunggu kabar mengenai proses pencarian.

Yudistiro Sosok yang Sayang Keluarga

Sementara itu, Juliasih Purwanti, ibu kandung Yudistiro, mengenang putranya sebagai sosok yang sangat menyayangi dan memuliakan keluarga.

Menurutnya, Yudistiro bukan hanya sosok anak yang dekat dengan ibunya, tetapi juga suami yang sangat menyayangi istrinya.

Juliasih bercerita, ketika masih kecil Yudistiro dikenal sebagai anak yang manja. Namun, seiring bertambahnya usia, putranya berubah menjadi sosok yang mandiri dan dewasa.

"Yudis itu anak yang sangat memuliakan ibunya, sama istri juga sayang. Dulu Yudis itu anaknya manja, tapi seiring bertambahnya usianya ia menjadi sosok mandiri dan dewasa," ujarnya.

Hingga Rabu (16 September 2026), lima jurnalis yang hilang saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau masih dalam proses pencarian dan belum ditemukan.

Kelima jurnalis tersebut yakni Muhammad Bagus, pewarta foto ANTARA; Arie Basuki, pewarta foto senior Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal, jurnalis freelance. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid