Gempa NTT 7,7, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Beri Fleksibilitas Akademik

Selasa, 18 Agustus 2026 15:19 WIB
Bangunan Kampus Unika St. Paulus, Ruteng, Kabupaten Manggarai terdampak gempa NTT. (IDNVoice/AFU)
Bangunan Kampus Unika St. Paulus, Ruteng, Kabupaten Manggarai terdampak gempa NTT. (IDNVoice/AFU)

IDNVoice.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan fleksibilitas akademik bagi mahasiswa yang terdampak langsung maupun tidak langsung gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15 Agustus 2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan keselamatan sivitas akademika harus menjadi prioritas utama dalam situasi bencana.

"Dalam situasi bencana seperti ini, yang pertama harus kita pastikan adalah keselamatan sivitas akademika. Setelah itu kita bersama-sama memastikan proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan," kata Brian pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia mengimbau perguruan tinggi menerapkan pembelajaran jarak jauh atau metode pembelajaran alternatif apabila kondisi jaringan dan infrastruktur memungkinkan. Kampus juga dapat menyesuaikan jadwal serta menunda kegiatan akademik yang mengharuskan mahasiswa berada di lokasi yang belum aman.

Penyesuaian akademik, lanjut Brian, dapat diberikan terhadap perkuliahan, praktikum, ujian, tugas akhir, penelitian, maupun kegiatan akademik lainnya agar mahasiswa tidak dirugikan akibat kondisi kedaruratan.

Brian menegaskan keselamatan mahasiswa dan tenaga pendidik harus menjadi pertimbangan utama sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan di wilayah yang fasilitasnya belum dinyatakan aman.

"Keselamatan mahasiswa dan tenaga pendidik harus menjadi pertimbangan utama sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan di wilayah yang fasilitasnya belum dinyatakan aman," tegasnya.

Kemdiktisaintek juga akan terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan keselamatan sivitas akademika, sekaligus mendukung respons perguruan tinggi terhadap masyarakat terdampak.

"Kemdiktisaintek akan terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait dalam memastikan keselamatan sivitas akademika, mendukung respons perguruan tinggi terhadap masyarakat terdampak, serta menjaga keberlanjutan pendidikan tinggi selama proses pemulihan pascagempa NTT," ucap Brian.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan proses pendidikan tinggi tanpa mengesampingkan keselamatan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid