Kerusakan Gempa NTT Melonjak, Hampir 8.000 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 18 Agustus 2026 13:33 WIB
Tim SAR melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (IDNVoice/Reuters)
Tim SAR melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (IDNVoice/Reuters)

IDNVoice.com - Dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus terungkap. Hingga Senin (17 Agustus 2026), sebanyak 7.968 rumah warga tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan mulai ringan hingga berat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Mahadin Sibarani mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang telah dilakukan tim di sejumlah wilayah terdampak.

"Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah," kata Mahadin dalam laporannya pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Tak hanya rumah warga, gempa juga berdampak terhadap fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur. BPBD NTT mencatat sebanyak 744 fasilitas umum dan infrastruktur mengalami kerusakan.

Mahadin menegaskan angka tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan dan verifikasi di lapangan masih berlangsung.

"Pendataan kerusakan masih terus dilakukan di kabupaten terdampak. Angka ini merupakan data yang sudah masuk dan diverifikasi sampai batas waktu pelaporan," ujarnya.

Kerusakan Naik Lebih dari Empat Kali Lipat

Jumlah kerusakan yang terdata menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan laporan situasi BPBD NTT pada 15 Agustus 2026.

Dalam laporan sebelumnya, BPBD mencatat sebanyak 1.639 rumah mengalami kerusakan. Hanya dalam dua hari, angka tersebut meningkat menjadi 7.968 rumah atau bertambah lebih dari empat kali lipat.

Lonjakan juga terjadi pada kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur. Dari sebelumnya 163 unit, jumlah tersebut kini mencapai 744 unit.

Peningkatan angka kerusakan tersebut tidak serta-merta menunjukkan seluruh kerusakan terjadi dalam dua hari terakhir. BPBD menyebut bertambahnya data juga dipengaruhi proses pendataan yang semakin luas di wilayah terdampak.

Sejumlah daerah yang terus menjadi sasaran pendataan antara lain Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Sikka.

"Tim di lapangan terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang terdampak. Kami ingin memastikan data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan," kata Mahadin.

BPBD NTT masih terus memperbarui data kerusakan seiring masuknya laporan dari daerah. Proses verifikasi menjadi penting untuk memastikan penanganan pascagempa dapat dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid