256 Siswa Keracunan MBG di Karo, BGN Ungkap Ikan Disimpan Lebih dari 12 Jam di Suhu Ruang

Senin, 17 Agustus 2026 14:51 WIB
Kepala BGN, Sudaryono saat menjenguk salah satu siswa yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan akibat keracunan menu MBG. (IDNVoice/BGN)
Kepala BGN, Sudaryono saat menjenguk salah satu siswa yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan akibat keracunan menu MBG. (IDNVoice/BGN)

IDNVoice.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan penyebab 256 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami keracunan setelah menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13 Agustus 2026). Hasil investigasi awal mengarah pada kelalaian dalam pengolahan dan penyimpanan bahan makanan.

Ratusan siswa tersebut harus mendapatkan perawatan medis setelah mengonsumsi menu MBG. Kepala BGN Sudaryono menyampaikan temuan itu saat menjenguk salah satu siswa yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan.

Menurut Sudaryono, sebagian ikan yang digunakan untuk menu MBG diduga dikeluarkan dari lemari pembeku dan dibiarkan pada suhu ruang selama lebih dari 12 jam. Kondisi tersebut dinilai melanggar prosedur keamanan pangan dan meningkatkan risiko kontaminasi.

"Investigasi sementara itu ada pada kelalaian pengolahan. Jadi bahan baku ikan sebagian besar dimasukkan ke freezer, ada sekitar 300 atau 200 ekor yang tidak masuk freezer kemudian di taruh di suhu ruangan lebih dari 12 jam," ujar Sudaryono.

Ia menilai penanganan ratusan ikan tersebut merupakan kelalaian serius. Bahan makanan dalam jumlah besar, kata dia, harus ditangani dan disimpan sesuai prosedur untuk mencegah terjadinya keracunan.

SPPG Berastagi Sempajaya Dihentikan

Sebagai tindak lanjut, BGN langsung menghentikan sementara operasional SPPG Berastagi Sempajaya. Kepala SPPG juga dicopot dari jabatannya dan BGN mengajukan pemecatan dengan tidak hormat karena yang bersangkutan berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Sudaryono menegaskan sanksi tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola SPPG agar tidak mengabaikan aspek keamanan pangan dalam penyelenggaraan MBG.

Setiap petugas diminta menjalankan seluruh tahapan sesuai prosedur, mulai dari pengolahan hingga penyimpanan bahan makanan. BGN juga menekankan bahwa kelalaian dalam menjaga keamanan pangan dapat berdampak langsung terhadap keselamatan penerima manfaat program. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid