Alumni KHAS Kempek Satukan Doa dan Dukungan untuk Said Aqil Sirajd Jadi Rais Aam

Senin, 17 Agustus 2026 12:51 WIB
Momen K.H. Said Aqil Siradj saat memberikan sambutan di Acara NU. (IDNVoice/IC-Istimewa)
Momen K.H. Said Aqil Siradj saat memberikan sambutan di Acara NU. (IDNVoice/IC-Istimewa)

IDNVoice.com - Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, alumni Pondok Pesantren Kiai Haji Aqil Siradj (KHAS) Kempek menggelar konsolidasi dengan nuansa religius.

Para alumni yang tergabung dalam Ikhwan KHAS Nusantara berkumpul melalui rangkaian ziarah, zikir, doa, dan silaturahmi. Di tengah pertemuan tersebut, muncul aspirasi untuk mendukung Said Aqil Sirajd sebagai Rais Aam dalam Muktamar NU mendatang.

Aspirasi itu disampaikan dalam kegiatan Ziarah, Dzikir dan Doa Ikhwan KHAS Nusantara yang berlangsung pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026.

Ketua Panitia, Ustaz Akromi, mengatakan dukungan kepada Said Aqil Sirajd merupakan salah satu aspirasi yang berkembang di kalangan alumni dalam melihat kebutuhan kepemimpinan NU ke depan.

"Dalam momentum Muktamar NU di Jombang, dukungan alumni kepada Buya Said untuk menjadi Rais Aam menjadi salah satu aspirasi yang berkembang di kalangan Ikhwan KHAS Nusantara. Dukungan ini merupakan bentuk pilihan dan aspirasi alumni dalam membaca kebutuhan kepemimpinan pada momentum Muktamar," katanya.

Dukungan Tetap dalam Bingkai Persaudaraan

Akromi menegaskan dukungan terhadap salah satu figur tidak dimaksudkan untuk menghilangkan tradisi persaudaraan yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan pesantren.

Menurutnya, dinamika menjelang Muktamar NU harus tetap ditempatkan dalam kerangka penghormatan kepada masyayikh, persaudaraan sesama alumni, serta kepentingan kemaslahatan umat.

"Bagi kami, dukungan terhadap Buya Said adalah bagian dari aspirasi alumni. Namun, aspirasi itu tetap kami tempatkan dalam semangat silaturahmi, penghormatan kepada masyayikh, dan ikhtiar agar kepemimpinan ke depan membawa kemaslahatan yang lebih luas,"tuturnya.

Rangkaian kegiatan alumni tersebut diawali dari Pondok Pesantren KHAS Kempek. Seusai salat Asar berjemaah, para peserta berziarah ke Maqbarah Masyayikh Kempek.

Rombongan kemudian menuju Pondok Pesantren Misykat Al-Anwar, Kedungbunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, untuk mengikuti zikir dan doa bersama.

Bagi para alumni, ziarah bukan sekadar rangkaian kegiatan keagamaan. Ziarah menjadi ruang untuk mengenang jasa para pendahulu, sementara zikir dan doa menjadi ikhtiar spiritual. Adapun silaturahmi menjadi ruang bertukar pandangan sekaligus menyampaikan aspirasi menjelang forum tertinggi NU.

"Kegiatan ini mempertemukan tiga hal sekaligus. Yakni spiritualitas melalui ziarah dan doa, solidaritas melalui silaturahmi alumni, serta partisipasi sosial melalui artikulasi aspirasi dalam momentum Muktamar," ujar Akromi.

Doa untuk Masyayikh dan Zuriyah KHAS

Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, para alumni juga secara khusus mendoakan kesehatan Musthofa Aqil Siradj, Kiai Said Aqil Siradj, serta seluruh zuriyah KHAS Kempek.

"Doa yang kami panjatkan bukan hanya untuk kesehatan para masyayikh dan zuriyah KHAS, tetapi juga untuk keberkahan pesantren, kesinambungan perjuangan para masyayikh, kemaslahatan alumni, serta kebaikan masyarakat secara luas," ujar Akromi.

Menurutnya, Ikhwan KHAS Nusantara bukan hanya wadah berkumpulnya alumni, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga nilai, identitas, dan tradisi pesantren.

"Pesantren bukan hanya tempat seseorang memperoleh pendidikan. Pesantren juga membentuk cara pandang, relasi sosial, serta tradisi keagamaan yang terus dibawa para alumninya setelah meninggalkan pesantren," jelasnya.

Karena itu, menjelang Muktamar NU, para alumni memilih doa sebagai pijakan dan silaturahmi sebagai ruang konsolidasi.

"Dalam suasana menjelang Muktamar NU di Jombang, kami memilih menempatkan doa sebagai fondasi dan silaturahmi sebagai ruang konsolidasi. Dukungan kepada Buya Said menjadi bagian dari aspirasi alumni, sementara doa untuk kesehatan K.H. Musthofa Aqil, Buya Said, dan seluruh zuriyah KHAS merupakan bentuk penghormatan yang melampaui kepentingan momentum organisasi," kata Akromi.

Dengan cara tersebut, dukungan politik-organisasional alumni KHAS Kempek terhadap Kiai Said Aqil Siradj ditempatkan sebagai bagian dari aspirasi menjelang Muktamar, tanpa meninggalkan tradisi pesantren yang menempatkan ziarah, doa, silaturahmi, dan penghormatan kepada masyayikh sebagai fondasi utama. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid