Gus Kikin Siap Maju Ketum PBNU, Bawa Misi Hidupkan Kembali Qanun Asasi

Minggu, 16 Agustus 2026 12:10 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Gus Kikin saat memaparkan Qanun Asasi pada ratusan kader NU dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Makassar pada Jumat malam, 14 Agustus 2026. (IDNVoice/Antara-Nur Suhra Wardyah)
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Gus Kikin saat memaparkan Qanun Asasi pada ratusan kader NU dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Makassar pada Jumat malam, 14 Agustus 2026. (IDNVoice/Antara-Nur Suhra Wardyah)

IDNVoice.com - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar NU.

Gus Kikin mengungkapkan, pencalonannya merupakan tindak lanjut penugasan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Setelah mendapat mandat tersebut, ia mulai melakukan silaturahmi ke sejumlah daerah untuk bertemu ulama, sesepuh, dan kader NU.

Salah satu agenda yang dibawanya dalam safari tersebut adalah memperkenalkan kembali Qanun Asasi, dokumen dasar NU yang menurutnya pernah menjadi pedoman organisasi pada masa awal berdirinya NU.

"Ke Makassar ini satu silaturahim. Kedua, saya menyampaikan ada buku Qanun Asasi," kata Gus Kikin usai bertemu dengan ratusan kader NU dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di Makassar pada Jumat malam, 14 Agustus 2026.

Menurut Gus Kikin, Qanun Asasi merupakan dokumen yang pernah menjadi pedoman NU pada masa awal organisasi berdiri. Namun, dokumen tersebut kemudian tidak lagi ditemukan hingga akhirnya kembali ditemukan.

Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Qanun Asasi dapat kembali diterapkan dalam kehidupan organisasi NU.

Jika mendapat kepercayaan memimpin PBNU, Gus Kikin menjadikan penguatan dan penerapan kembali nilai-nilai Qanun Asasi sebagai salah satu misi utamanya.

"Mudah-mudahan bisa diaplikasikan lagi di NU. Supaya NU nanti itu jadi guyub, jadi adem, jadi tenang semuanya," ujarnya.

Ditugaskan PWNU Jatim

Gus Kikin mengatakan safari silaturahmi ke sejumlah daerah dilakukan setelah dirinya memperoleh penugasan dari PWNU Jawa Timur untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

"Saya ditugaskan oleh PWNU Jawa Timur untuk mencalonkan diri. Nah itu akhirnya sekarang inilah saya harus ke mana-mana ini," katanya.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan NU semestinya dipahami sebagai bentuk khidmat dan pengabdian, bukan sebagai kesempatan untuk menikmati jabatan.

Menurut Gus Kikin, prinsip tersebut telah menjadi bagian dari tradisi NU sejak awal organisasi berdiri. Nilai-nilai itu, kata dia, tercermin dalam Qanun Asasi yang menekankan kehidupan organisasi yang guyub dan penuh kekeluargaan.

Karena itu, ia menilai konsep serta tata kelola kepengurusan NU saat ini perlu dibandingkan dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Qanun Asasi.

Perbandingan tersebut diperlukan untuk melihat bagian-bagian yang masih relevan sekaligus menentukan aspek organisasi yang perlu diperbaiki.

Bagi Gus Kikin, penguatan kembali nilai dasar tersebut diharapkan dapat membuat NU semakin solid, tenang, dan mengedepankan semangat kebersamaan dalam menjalankan khidmat organisasi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid