Gempa NTT, Mendikdasmen Janji Bantu Sekolah dan Siswa Terdampak

Minggu, 16 Agustus 2026 09:59 WIB
Sejumlah pasien terdampak gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (IDNVoice/Antara Foto-Gecio Viana)
Sejumlah pasien terdampak gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (IDNVoice/Antara Foto-Gecio Viana)

IDNVoice.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyiapkan langkah penanganan bagi sektor pendidikan yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah memastikan bantuan akan diberikan setelah kondisi sekolah dan peserta didik terdampak terdata secara menyeluruh.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terdampak bencana, termasuk memastikan keberlangsungan pendidikan mereka.

Abdul Mu`ti menyampaikan hal tersebut di Wonosobo setelah meresmikan Gedung Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Kertek, Kabupaten Wonosobo.

"Gempa di NTT ini merupakan bagian dari musibah yang harus kita terima dengan ikhlas dan sabar. Tetapi, tentu saja kami berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak musibah itu," kata Abdul Mu`ti pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Tim Pendidikan Turun Lakukan Pendataan

Abdul Mu`ti menjelaskan Kemendikdasmen memiliki satuan khusus yang berkaitan dengan penanganan bencana di sektor pendidikan. Satuan tersebut sebelumnya telah terlibat dalam penanganan dampak bencana di wilayah Maumere dan Lewotobi, termasuk memberikan bantuan hingga mendirikan sekolah bagi masyarakat yang terdampak.

Kini, tim kementerian kembali bergerak melakukan pendataan di NTT. Data yang dihimpun mencakup kondisi satuan pendidikan serta jumlah peserta didik yang terkena dampak gempa.

"Kami sementara masih menghimpun data mengenai sekolah-sekolah yang terdampak dan murid-murid yang terdampak, termasuk juga kemarin kita membahas mengenai murid-murid yang terdampak oleh asap," katanya.

Pendataan tersebut menjadi penting karena pemerintah belum mengetahui secara pasti berapa banyak sekolah dan siswa yang terdampak gempa.

Bantuan Menunggu Hasil Pendataan

Menurut Abdul Mu`ti, pemerintah tidak ingin terburu-buru menentukan bentuk bantuan tanpa mengetahui kondisi riil di lapangan. Hasil pendataan akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan sekolah dan peserta didik yang terdampak.

"Kami sedang memberikan perhatian terhadap anak-anak yang terdampak oleh bencana itu. Nanti kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan berdasarkan pengumpulan data yang dihimpun oleh tim kami yang ada di lapangan," katanya.

Ia menegaskan hingga saat ini Kemendikdasmen masih belum memiliki angka pasti terkait jumlah sekolah maupun siswa yang terdampak gempa NTT.

Proses pendataan terus dilakukan oleh tim di lapangan untuk memetakan kerusakan serta kebutuhan pendidikan di wilayah terdampak. Pemerintah kemudian akan menentukan bentuk intervensi berdasarkan hasil pemetaan tersebut.

Langkah itu diharapkan dapat memastikan anak-anak di wilayah terdampak tetap memperoleh akses pendidikan meski tengah menghadapi situasi darurat akibat bencana. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid