Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ulama Teduh, Rendah Hati dan Perekat Umat

Sabtu, 08 Agustus 2026 19:49 WIB
Anies Baswedan saat silaturahmi ke cucu pendiri Pendidikan Alkhairaat Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua), Habib Saggaf Bin Muhammad Aljufri, di Palu pada Jumat, 14 Juni 2026. (IDNVoice/Arsip MAL)
Anies Baswedan saat silaturahmi ke cucu pendiri Pendidikan Alkhairaat Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua), Habib Saggaf Bin Muhammad Aljufri, di Palu pada Jumat, 14 Juni 2026. (IDNVoice/Arsip MAL)

IDNVoice.com - Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Rasyid Baswedan mengenang Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri sebagai sosok ulama dengan keluasan ilmu, rendah hati, dan bersahaja. Habib Saggaf juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga persatuan serta kerukunan umat.

Kesaksian tersebut disampaikan Anies melalui video testimoni yang ditayangkan dalam peringatan Haul ke-5 Habib Saggaf di Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

"Beliau (habib Saggaf bin Muhammad Aljufri-red) harta berharga negara, permata umat tiada tara," katanya pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Anies mengawali kesaksiannya dengan menyampaikan salam takzim kepada keluarga besar Habib Saggaf dan seluruh jamaah yang hadir dari berbagai daerah. Ia menyebut Habib Saggaf sebagai salah satu ulama yang meninggalkan keteladanan besar bagi umat sekaligus bangsa.

Hampir Lima Dekade Mengabdi di Alkhairaat

Menurut Anies, kepemimpinan Habib Saggaf di Alkhairaat selama hampir lima dekade memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Ia menggambarkan Habib Saggaf sebagai pribadi yang teduh dan sederhana. Keluasan ilmu yang dimilikinya, kata Anies, justru berjalan beriringan dengan kerendahan hati serta kelembutan ketika berinteraksi dengan siapa pun.

Habib Saggaf juga dikenang tidak pernah membeda-bedakan seseorang berdasarkan latar belakang, keturunan, jabatan maupun harta. Dalam pandangannya, amal kebaikan, ilmu dan akhlak jauh lebih penting dalam menilai seseorang.

Tetap Menebar Ketenteraman Saat Bencana Palu

Anies turut mengenang sikap Habib Saggaf ketika gempa bumi, tsunami dan likuefaksi melanda Palu, Sigi dan Donggala pada 2018.

Di tengah situasi penuh duka tersebut, Habib Saggaf disebut tetap menyampaikan pesan ketenangan kepada umat. Ia mengajak masyarakat agar tidak larut dalam kesedihan dan terus bangkit menghadapi ujian.

Bagi Anies, sikap tersebut menunjukkan keteladanan seorang ulama yang tidak hanya memiliki keluasan ilmu, tetapi juga mampu menjadi sumber keteduhan bagi masyarakat ketika menghadapi masa-masa sulit.

Semakin Berilmu, Semakin Bersahaja

Anies juga mengenang hubungan baiknya dengan Habib Saggaf. Setiap kali berkunjung, ia selalu mendapat sambutan hangat dan keramahan. Bahkan, Habib Saggaf disebut bersedia hadir dan duduk bersama ketika Anies menyampaikan pembicaraan dalam majelis ilmu.

Bagi Anies, sikap tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin rendah hati dan bersahaja.

"Ilmu yang tinggi, hati yang rendah, bagai padi merunduk karena isinya. Semakin berilmu, semakin bersahaja," ungkapnya.

Anies menilai warisan ilmu, kebijaksanaan dan keteladanan Habib Saggaf akan terus hidup melalui lembaga pendidikan Alkhairaat, termasuk para murid dan alumninya yang tersebar di berbagai daerah.

Ia berharap nilai-nilai yang diwariskan Habib Saggaf terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk menjaga persatuan, memperkuat pendidikan, dan menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.

"Fastabiqul khairat, berlomba-lombalah dalam kebaikan," pesannya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid