IDNVoice.com - Nanik S Deyang resmi mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) kepada Presiden Prabowo Subianto. Keputusan tersebut diambil karena alasan kesehatan, menyusul rencananya menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Kabar pengunduran diri Nanik dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan di Jakarta, Rabu.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza pada Rabu, 22 Juli 2206.
Menurutnya, meski hanya memimpin BGN sekitar satu setengah bulan, Nanik telah melakukan berbagai langkah pembenahan dan meletakkan fondasi reformasi di tubuh lembaga tersebut.
Selama masa kepemimpinannya, Nanik disebut telah mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta menghentikan ekspansi pembangunan dapur di wilayah yang dinilai sudah jenuh.
Selain itu, BGN di bawah kepemimpinan Nanik juga menemukan 414 SPPG bermasalah yang disebut berdampak pada penyelamatan ratusan miliar rupiah ke kas negara. Ia juga membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.
Dalam pernyataan terpisah melalui media sosialnya, Nanik membenarkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN. Ia mengungkapkan akan berangkat ke luar negeri pada hari yang sama untuk menjalani pengobatan penyakit jantung.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," kata Nanik.
Nanik juga mengungkapkan adanya kemungkinan Presiden Prabowo Subianto membentuk Dewan Pengawas BGN dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut dirinya berpeluang dipercaya menjadi ketua dewan pengawas tersebut.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung berbagai program pemerintah, khususnya upaya Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan akan terus berjuang dan mendukung Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya terus berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia. [DR]