IDNVoice.com - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berencana membangun stasiun pemantauan maritim di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem keamanan maritim nasional dan meningkatkan pengawasan di kawasan laut selatan Pulau Jawa.
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Irvansyah mengungkapkan rencana tersebut usai melakukan audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Kamis, 19 Juni 2026.
"Stasiun tersebut akan dilengkapi teknologi radar over the horizon dan terintegrasi langsung dengan empat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) yang dimiliki Bakamla RI," kata Irvansyah.
Menurutnya, pembangunan stasiun di DIY merupakan bagian dari program National Maritime Security System (NMSS) yang tengah dikembangkan Bakamla RI melalui pembangunan 35 stasiun pemantauan maritim di berbagai wilayah Indonesia.
Seluruh stasiun yang dibangun nantinya akan terhubung dengan sistem komando Bakamla dan terintegrasi dengan berbagai instansi yang memiliki kewenangan di bidang kelautan. Integrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pertukaran informasi serta meningkatkan efektivitas pengawasan wilayah perairan nasional.
"Nanti puskodal kita juga akan mengintegrasikan seluruh instansi yang punya kewenangan di laut. Semua yang berhubungan dengan laut kita integrasikan sehingga pertukaran informasi lebih cepat dan berlangsung secara waktu nyata," ujarnya.
Tak hanya berfokus pada aspek teknologi dan keamanan, Bakamla juga berencana melibatkan masyarakat sekitar dalam operasional stasiun pemantauan tersebut. Warga lokal akan diberdayakan sebagai pengawak stasiun guna mendukung keberlanjutan operasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Menurut Irvansyah, posisi strategis DIY yang berada di pesisir selatan Pulau Jawa menjadikan kawasan tersebut penting dalam sistem pengawasan maritim nasional. Karena itu, keberadaan stasiun pemantauan dinilai mampu mendukung langkah mitigasi terhadap berbagai potensi ancaman keamanan yang mungkin muncul di wilayah perairan selatan pada masa mendatang.
"Kita mulai meletakkan fondasi untuk pembangunan ke depan dan bekerja sama dengan pemerintah setempat sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitarnya," kata Irvansyah.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut positif rencana pembangunan stasiun pemantauan maritim tersebut. Menurut Sultan, keberadaan fasilitas itu penting untuk mendukung pengawasan kawasan laut selatan yang memiliki posisi strategis.
Meski demikian, Sultan menjelaskan bahwa pembahasan mengenai kebutuhan teknis maupun dukungan yang diperlukan dalam pembangunan stasiun tersebut masih akan dibahas lebih lanjut.
"Kalau saya tidak keberatan, karena bagi saya itu juga penting untuk berada di selatan. Nanti akan dilihat kebutuhan yang diperlukan, tetapi kami belum membahas sampai ke tahap itu," katanya.
Rencana pembangunan stasiun pemantauan maritim di DIY diharapkan menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan laut nasional yang terintegrasi, sekaligus memperkuat pengawasan wilayah perairan selatan Indonesia yang memiliki peran strategis bagi pertahanan dan keamanan negara. [DR]