Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Guru Ngaji di Ngadiluwih Kediri Diamankan Polisi

Minggu, 17 Mei 2026 13:15 WIB
Guru ngaji berinisial HO diamankan ke dalam oleh Satreskrim Polres Kediri yang diduga melakukan pencabulan kepada para santrinya (Tangkapan Layar)
Guru ngaji berinisial HO diamankan ke dalam oleh Satreskrim Polres Kediri yang diduga melakukan pencabulan kepada para santrinya (Tangkapan Layar)

IDNVoice.com - Malam Minggu ini, suasana di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri mendadak mencekam dan dihebohkan oleh penangkapan seorang tokoh agama sekaligus guru mengaji berinisial HO.

Pria tersebut diamankan oleh personil Satreskrim Polres Kediri atas dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Proses penahanan yang dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Sabtu, 16 Mei 2026 malam itu berlangsung dramatis.

Puluhan warga yang tersulut emosi langsung mengepung dan berusaha menghadang mobil petugas. Mereka yang geram dengan tindakan pelaku mencoba meluapkan amarahnya, sehingga situasi sempat tegang sebelum akhirnya petugas berhasil mengamankan HO ke mapolres.

Aksi bejat oknum guru ngaji ini pertama kali terongkar setelah sejumlah anak yang menjadi korban memberanikan diri bercerita kepada orang tua mereka.

Bak disambar petir, para orang tua yang tak terima langsung melaporkan kejadian ini ke pengurus lingkungan. Ketua RT setempat, Murjito, mengungkapkan bahwa jumlah korban diduga terus bertambah seiring berjalannya penyelidikan.

“Pertama ada empat anak yang melapor. Namun, setelah kami telusuri dan berkomunikasi lebih lanjut dengan warga, korbannya bertambah hingga sekitar 10 anak. Rata-rata mereka masih kecil, yang paling besar baru kelas 1 SMP,” jelas Murjito.

Murjito menambahkan, setelah menerima aduan dari para orang tua yang resah, ia sempat mencoba mendatangi terduga pelaku untuk mengonfirmasi perbuatannya sebelum akhirnya kasus ini resmi ditangani oleh pihak kepolisian.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap HO untuk mendalami total jumlah korban dan modus yang digunakannya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid