Bukan Mafia Jepang, Yakuza Maneges Didirikan untuk Memberantas Asusila dan Kenakalan

Minggu, 17 Mei 2026 22:46 WIB
Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba dalam Temu Yakuza Maneges Banyuwangi (Instagram/Yakuza Maneges)
Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba dalam Temu Yakuza Maneges Banyuwangi (Instagram/Yakuza Maneges)

IDNVoice.com - Nama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Yakuza Maneges ramai diperbincangkan publik. Meski bernama Yakuza yang identik dengan mafia Jepang, namun ormas ini justru membawa misi keadilan sosial, kemanusiaan, dan dakwah.

Yakuza Maneges dideklarasikan di Ballroom Hotel Bukit Daun, Kediri, Jawa Timur pada Sabtu, 9 Mei 2026. Inisiator sekaligus pendiri Yakuza Maneges adalah Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba yang merupakan cucu dari ulama kharismatik di Jawa Timur, almarhum K.H. Hamim Jazuli atau karib siapa Gus Miek.

Yakuza Maneges sendiri berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur`an dan Dzikrul Ghofilin yang didirikan oleh Gus Miek. Hal ini juga mempertegas garis ideologi organisasi yang berfokus pada pendekatan kultural dan spiritual terhadap kaum marginal.

Di akun Instagram resminya, Yakuza Maneges menjelaskan filosofi namanya. Yakuza memiliki filosofi yang mendalam yang berarti: (Y)ang (A)walnya (K)otor (U)jungnya (Z)uhud (A)badi.

Yakuza Maneges memiliki visi penjaga yang lemah, pembela yang benar, dan pembenah yang salah. Sedangkan misinya adalah, kemanusiaan dan keadilan sosial, merangkul masyarakat awam yang jauh dari agama bahkan lintas agama sekali pun.

Selain itu, misinya juga membantu orang yang bermasalah baik secara hukum maupun nonhukum, secara fisik, maupun mental, dan psikis. Kemudian, memantau dan menindak kasus di tengah masyarakat, pejabat, bahkan kepada ulama yang melenceng sekalipun khususnya dalam hal asusila dan kenakalan.

Anggota Yakuza Maneges saat ini sebagian besar dari kalangan preman, mantan narapidana, dan gerombolan mafia. Akan tetapi dengan niat dan visi misi yang baik.

Nilai-nilai utama yang dipegang adalah menanamkan nilai spiritual yang diajarkan almarhum Gus Miek di masa silam kepada kaum marjinal. Tidak ada manusia yang terlahir buruk dan tidak ada pintu yang tertutup bagi mereka yang ingin kembali.

Deklarasi Yakuza Maneges dihadiri sejumlah pejabat di antaranya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edi Herwiyanto, Kapolres Kediri, Dandim, Danbrigif, dan Danyon 521, Kejaksaan, Disbut Parpora.

Hadir pula perwakilan ormas seperti Pemuda Pancasila, PCNU, Ketua GRIB Jaya Kediri, Ketua PSHT, Ketua PSHW, Pagar Nuasa, Ketua IKSPI Kera Sakti dan sebagainya.

"Kami juga menegaskan bahwa Yakuza Maneges tidak berdiri berseberangan dengan negara melainkan hadir untuk mendukung dan berjalan bersama aparat penegak hukum," tegas Gus Thuba dalam sambutannya saat deklarasi Yakuza Maneges. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid