IDNVoice.com - Perkumpulan LSP Perguruan Tinggi Muhammadiyah ʻAsyiyah (PLSP PTMA) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Talenta Wirausaha Nusantara (LSP TWN) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kerja sama ini menargetkan perluasan akses sertifikasi kompetensi nasional bagi mahasiswa, dosen, dan pelaku UMKM di seluruh jaringan kampus Muhammadiyah ʻAsyiyah yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Pertemuan kedua lembaga menghasilkan peta jalan kolaborasi yang mencakup mobilisasi asesor, integrasi portofolio skema sertifikasi, serta adopsi sistem Asesmen Jarak Jauh (AJJ) untuk menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini sulit diakses secara fisik.
Direktur LSP Talenta Wirausaha Nusantara Warsis menjelaskan, bahwa kekuatan utama LSP PTMA adalah kedalaman jejaring kelembagaan yang tersebar di suluruh penjuru Indonesia. Kampus-kampus Muhammadiyah dan ʻAsyiyah, jelasnya, tidak hanya hadir di Pulau Jawa, tetapi juga telah membangun fondasi sumber daya manusia yang kuat di wilayah-wilayah yang selama ini relatif tertinggal dalam akses sertifikasi kompetensi.
"Dari Sumatera yang paling jauh hingga kawasan Timur, kami ingin memastikan implementasi asesmen jarak jauh bisa berjalan dengan biaya yang tidak tinggi, tidak merepotkan tim di lapangan, namun tetap menjaga standar mutu dan kompetensi," kata Warsis dalam keterangan tertulisnya kepada IDNVoice pada Jumat, 29 Mei 2026.
Di wilayah Papua, Warsis melanjutkan, Unimuda Sorong menjadi bukti nyata bahwa kapasitas lokal telah terbentuk meski belum memiliki LSP formal di bawah naungan PLSP PTMA. Kampus tersebut, terangnya, telah mendelegasikan sejumlah dosen untuk menjadi asesor resmi bersertifikat. Model seperti inilah yang akan diperkuat melalui kerja sama dengan LSP TWN.
Secara akumulatif, tambah Warsis, ekosistem jejaring ini telah menghasilkan estimasi sekitar 300 asesor yang siap dimobilisasi untuk program sertifikasi nasional.
"Beberapa simpul regional seperti Makassar, UMM Malang dan UMS Surakarta, masing-masing bahkan tercatat memiliki minimal 60 asesor aktif per angkatan kerja," pungkasnya.
Sekadar informasi, PLSP PTMA sendiri merupakan asosiasi yang menaungi LSP) di bawah ekosistem kampus Muhammadiyah dan ʻAsyiyah di seluruh Indonesia. Dengan jejaring yang membentang dari Aceh hingga Papua, PLSP PTMA berkomitmen menjadi gerbang utama sertifikasi kompetensi bagi sivitas akademika dan masyarakat luas di berbagai bidang. [DR]