IDNVoice.com – Menyikapi berbagai kejadian di lingkungan pesantren yang belakangan viral di media sosial dan menimbulkan perhatian publik. Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) DIY bersama Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) DIY menginisiasi kegiatan Halaqoh Pesantren se-DIY dengan tema "Inovasi Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Ramah Perempuan dan Anak".
Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para Gus, Ning, dan pengasuh pondok pesantren se-DIY untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan pesantren yang aman, nyaman, ramah perempuan dan anak, serta tetap menjaga nilai-nilai luhur pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul dan terpercaya di tengah masyarakat. Selain itu, halaqoh ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi tata kelola pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi dan nilai keislaman yang telah menjadi ruh pesantren.
Ketua Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) DIY dan Ketua Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) PWNU DIY K.H. Muhammad Nilzam Yahya menyampaikan apresiasi kepada DPW PKB DIY yang telah memfasilitasi forum ini.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPW PKB Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah memfasilitasi dan menyelenggarakan kegiatan ini. Kehadiran PKB dalam memberikan perhatian terhadap pondok pesantren menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penguatan pesantren, khususnya dalam mewujudkan pesantren yang ramah perempuan dan anak," katanya di Hotel Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center, Yogyakarta pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Kiai Nilzam berharap agar PKB terus aktif mendukung pesantren dalam berbagai hal agar pesantren semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.
"Kami berharap PKB terus menjadi bagian yang aktif dalam mendukung pesantren, baik melalui edukasi, penguatan regulasi, pendampingan, maupun penguatan literasi media sosial agar pesantren semakin dipercaya dan dicintai masyarakat," ujarnya.
Menanggapi pondok pesantren yang sedang viral karena isu-isu negative akhir-akhir ini, pihaknya menilai perlu penjelasan yang terang terhadap publik.
"Hari ini ada hal-hal yang sangat viral yang menjadikan pondok pesantren mendapat sorotan di masyarakat. Karena itu, kita perlu menjelaskan kepada publik apa sesungguhnya pondok pesantren dan bagaimana nilai-nilai yang dijaga di dalamnya," lanjutnya.
Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar mengajak semua untuk bersama-sama menjaga, mendukung, dan mengembangkan pesantren agar terus tumbuh dengan baik di masa depan. Pesantren harus terus melakukan inovasi untuk memajukan diri.
Pihaknya meyakini bahwa pesantren sebagai Lembaga pendidikan yang sudah tua akan tetap eksis dan mampu bertahan mengaruzi perubahan-perubahan zaman.
"Saya yakin pesantren akan tetap eksis dan mampu bertahan ke depan selama terus menghadirkan inovasi. Karena itu, kami siap hadir mendukung kebutuhan pesantren, mulai dari fasilitasi perizinan, pengurusan legalitas, hingga pelatihan dan penguatan kelembagaan. Semua itu dilakukan agar pesantren semakin maju, unggul, dan semakin dipercaya masyarakat," ujar Umaruddin Masdar dalam sambutannya.
Menurutnya, pesantren haru memiliki standar yang jelas sehingga pesantren menjadi tempat pendidikan yang aman, nyaman serta ramah perempuan dan anak.
"Harapan kita bersama, pesantren benar-benar menjadi tempat pendidikan yang aman, nyaman, ramah perempuan dan anak, serta memiliki standar yang jelas. Dengan begitu masyarakat semakin yakin bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan yang berkualitas dan layak menjadi tempat belajar generasi masa depan," tuturnya.
"Pesantren adalah lembaga pendidikan yang sangat tua, memiliki nilai luhur dan kontribusi besar bagi bangsa. Karena itu, jangan sampai ada pandangan negatif terhadap pesantren. Tugas kita bersama adalah menjaga marwah pesantren dan terus memperkuat perannya di tengah masyarakat,"jelasnya.
Sementara itu, Rais Syuriah PWNU DIY K.H. Masud Masduqi berharap pondok pesantren dapat menjadi pionir dalam menghormati perempuan dan menyelamatkan anak.
"Dengan adanya halaqoh ini, kami berharap pondok pesantren dapat menjadi pionir dalam menghormati perempuan dan menyelamatkan anak. Ramah perempuan bukan berarti dimaknai secara keliru, tetapi maknanya adalah bagaimana kita memuliakan, menghormati, dan menjaga martabat perempuan sebagaimana diajarkan dalam Islam," terangnya. [DR]