Hari Santri 2026, Pemerintah Perkuat Pesantren Lewat Ditjen Khusus di Kemenag

Kamis, 22 Oktober 2026 12:25 WIB
Logo Hari Santri Nasional 2026. (IDNVoice/Istimewa)
Logo Hari Santri Nasional 2026. (IDNVoice/Istimewa)

IDNVoice.com – Pemerintah Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat kelembagaan pesantren sebagai salah satu pilar penting pembangunan bangsa. Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama pada Maret 2026.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan pesantren sekaligus memastikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto, Prasetyo Hadi, menyampaikan hal tersebut dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, Kamis.

"Tentunya yang kita harapkan adalah bagaimana seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri. Ini menjadi perhatian kita bersama, dan pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan serta penguatan yang diperlukan," kata Pras pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia menambahkan, pemerintah ingin para santri memiliki kesempatan yang setara dengan pelajar lainnya untuk memperluas wawasan, melanjutkan studi, serta bertumbuh dan berkarya tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan, tradisi keilmuan, dan semangat pengabdian.

"Jadi, semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperkuat pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam membangun bangsa. Kita ingin para santri terus maju, terus berkembang, dan kelak dapat memberikan pengabdian yang semakin besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Prasetyo, mewakili Presiden Prabowo dan pemerintah Indonesia, menyampaikan ucapan selamat Hari Santri kepada seluruh santri, kiai, nyai, pengasuh pondok pesantren, serta keluarga besar pesantren di Indonesia.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi pesantren dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk akhlak generasi muda, serta menjaga persatuan dan kesatuan nasional.

"Bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pesantren. Kita semua memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendidik generasi muda agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsanya," katanya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid