Menteri PPPA Dorong Semarang Perkuat Ekosistem Perlindungan Anak di Era Digital

Senin, 14 September 2026 11:23 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi saat memberikan sambutan dalam pertemuan dengan Forum Anak Daerah Kota Semarang di Kantor Wali Kota Semarang, Jawa Tengah. (IDNVoice/KemenPPPA)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi saat memberikan sambutan dalam pertemuan dengan Forum Anak Daerah Kota Semarang di Kantor Wali Kota Semarang, Jawa Tengah. (IDNVoice/KemenPPPA)

IDNVoice.com - Pemerintah pusat mendorong Kota Semarang, Jawa Tengah, memperkuat ekosistem perlindungan anak agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital. Integrasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan pemenuhan hak sekaligus perlindungan anak berjalan secara menyeluruh.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Seluruh unsur terkait perlu terhubung dalam sebuah ekosistem yang mendukung keluarga, memberdayakan perempuan, serta menjamin hak anak secara berkelanjutan.

"Kita perlu melihat apakah seluruh layanan sudah terhubung dalam satu ekosistem yang mendukung keluarga dan memberdayakan perempuan. Ekosistem tersebut juga harus mampu memastikan perlindungan anak dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan," kata Arifah Fauzi dalam keterangannya pada Senin, 14 September 2026.

Anak Harus Dilibatkan dalam Penyelesaian Masalah

Arifah juga meminta seluruh lembaga di daerah mengesampingkan ego sektoral, khususnya dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menurutnya, penyelesaian persoalan anak harus turut mempertimbangkan perspektif mereka sendiri. Karena itu, kementeriannya mendorong pelibatan aktif anak dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan sosial yang mereka hadapi.

"Persoalan yang dianggap penting oleh orang dewasa belum tentu sama dengan persoalan yang dirasakan anak-anak. Bunda ingin mendengar apa yang kalian rasakan sebagai anak Indonesia dan calon pemimpin masa depan," ucap Arifah.

Pengawasan terhadap penggunaan gawai dan media sosial juga menjadi perhatian pemerintah. Dampak negatif teknologi terhadap kesehatan mental anak perlu diantisipasi melalui pendampingan dari orang tua maupun pendidik.

Orang tua dan guru diharapkan aktif mendampingi aktivitas digital anak agar mereka tidak mudah terpapar konten berbahaya.

Semarang Siapkan Ruang Kreatif Anak

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut baik arahan Kementerian PPPA untuk memperluas ruang ekspresi dan kreativitas bagi anak muda.

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen menyediakan fasilitas publik yang ramah anak sehingga generasi muda memiliki ruang yang aman untuk berkembang, berkreasi, menyampaikan aspirasi, sekaligus terlibat dalam pembangunan daerah.

"Anak-anak perlu diberikan ruang yang cukup untuk berkembang, berkreasi, dan mengekspresikan potensi mereka secara positif. Kami ingin anak dapat menyampaikan aspirasi serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan di Kota Semarang," ujar Agustina.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk membangun lingkungan yang aman bagi anak.

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang sehat, kreatif, terlindungi, dan siap menjadi pemimpin masa depan sekaligus membantu menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid