IDNVoice.com - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggandeng TNI dan para bidan untuk meningkatkan partisipasi pria dalam program keluarga berencana (KB). Langkah ini dilakukan melalui peluncuran Program Ayah Idaman sebagai upaya mendorong keterlibatan suami dalam pengambilan keputusan terkait kontrasepsi dan kesehatan reproduksi keluarga.
Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin, saat Kick Off Kelas Ayah Idaman di Jakarta, Rabu (1 Juli 2026), mengatakan program tersebut diluncurkan untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi pria yang saat ini baru mencapai sekitar tiga persen, dengan target meningkat menjadi empat persen.
"Oleh karena itu, kami meluncurkan Program Ayah Idaman, di mana suami didorong terlibat aktif pada keputusan pemilihan KB dalam keluarga. Pada tahap awal, 1.000 bidan praktik mandiri dilibatkan sebagai proyek percontohan," kata Wahidin.
Ia menjelaskan, saat ini mayoritas pria yang mengikuti program KB menggunakan kondom dengan jumlah sekitar 900 ribu orang. Sementara itu, pengguna Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi baru sekitar 31 ribu orang.
"Angka tersebut masih cukup rendah bila dibandingkan sekitar 27 juta pengguna kontrasepsi secara keseluruhan," ujarnya.
Menurut Wahidin, keterlibatan suami dalam menentukan metode kontrasepsi menjadi hal penting karena masih banyak kasus kehamilan yang tidak direncanakan akibat penghentian penggunaan kontrasepsi oleh istri.
"Penghentian kontrasepsi sering dipicu ketidakcocokan secara medis terhadap metode yang digunakan karena suami sering kali belum dilibatkan secara maksimal dalam proses diskusi mengenai kontrasepsi. Akibatnya, keputusan menghentikan kontrasepsi dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan," paparnya.
Melalui Program Ayah Idaman, para bidan diharapkan menjadi ujung tombak edukasi kepada pasangan suami istri agar para suami memahami risiko kehamilan, termasuk risiko terhadap keselamatan ibu dan bayi, serta berperan aktif dalam menentukan pilihan kontrasepsi yang tepat.
Selain melibatkan 1.000 bidan praktik mandiri sebagai proyek percontohan, Kemendukbangga/BKKBN juga menggandeng TNI sebagai mitra strategis. Ke depan, program ini akan diperluas ke instansi lain yang mayoritas anggotanya laki-laki, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas pemadam kebakaran.
"Para pimpinan instansi diharapkan menyosialisasikan program kepada seluruh anggotanya atau getok tular. Program Ayah Idaman bertujuan agar suami aktif mendampingi istri sejak trimester pertama kehamilan hingga proses persalinan, serta terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai pemilihan metode kontrasepsi pascapersalinan," tutur Wahidin. [DR]