IDNVoice.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat riset dan inovasi pada sejumlah komoditas strategis nasional, mulai dari kedelai, bawang putih, hingga pengembangan teknologi peternakan.
Dorongan tersebut disampaikan Amran dalam pertemuan bersama jajaran civitas akademika UGM sebagai bagian dari upaya mempercepat hilirisasi pertanian menuju swasembada pangan.
Secara khusus, Amran meminta pengembangan komoditas kedelai dan bawang putih terus diperkuat untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Ia juga mendorong peningkatan riset bawang putih di Temanggung yang menjadi salah satu sentra produksi nasional.
Tidak hanya sektor tanaman pangan, Mentan juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan peternakan melalui pemanfaatan teknologi.
Ia mendorong pengembangan teknologi semen beku serta persilangan sapi Belgian Blue dengan Brahman untuk menghasilkan ternak dengan produktivitas tinggi.
"Kembangkan semen beku dan persilangan sapi agar menghasilkan produktivitas yang tinggi. Ini akan menjadi lompatan besar bagi peternakan Indonesia," katanya pada Kamis, 19 Juni 2026.
Sementara itu, Rektor UGM Ova Emilia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Mentan Amran yang melibatkan berbagai unsur universitas dalam satu forum diskusi strategis.
"Selama saya menjabat, ini merupakan diskusi yang sangat lengkap bersama seorang menteri. Peneliti, pusat studi, dosen, hingga mahasiswa hadir bersama membahas masa depan pertanian Indonesia," ujar Ova.
Ia menegaskan UGM siap mendukung agenda pembangunan pertanian nasional melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu.
"Kami siap mendukung apa yang telah disampaikan Bapak Menteri. Apa yang menjadi visi Kementerian Pertanian sejalan dengan semangat UGM untuk menghadirkan riset yang berdampak bagi masyarakat," kata Rektor UGM.
Kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan UGM diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi pertanian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat luas. [DR]