BGN Siapkan Efisiensi Anggaran Lanjutan, Menkeu Pastikan Kualitas Menu MBG Tetap Terjaga

Sabtu, 27 Juni 2026 14:39 WIB
Pertemuan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis, 25 Juni 2026. (IDNVoice/Kemenkeu RI)
Pertemuan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis, 25 Juni 2026. (IDNVoice/Kemenkeu RI)

IDNVoice.com - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan langkah efisiensi anggaran lanjutan untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rencana penghematan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BGN Nanik S Deyang saat bertemu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (25 Juni 2026).

Meski belum mengungkap angka pasti anggaran yang akan dihemat, Purbaya menyebut nilai efisiensi yang direncanakan cukup signifikan.

"Kemarin saya ketemu kepala BGN. Sudah ke sini dia melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tapi nanti biar kepala BGN yang mengumumkan," kata Purbaya dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Jumat, 26 Juni 2026.

Purbaya memastikan langkah efisiensi tersebut tidak akan berdampak pada kualitas maupun porsi menu dalam Program MBG. Ia menegaskan, aspek gizi tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

"Tidak (berubah), tetap. Jadi justru dipastikan makanannya tetap bergizi. Nanti deh, saya bukan ahli gizi. Yang jelas SDM-nya diperbaikin. Kalau enggak salah mereka akan meng-hire lebih banyak ahli gizi di situ," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya juga menerima laporan mengenai berbagai kendala yang dihadapi BGN dalam pelaksanaan MBG, terutama terkait pengawasan operasional program di daerah.

Untuk memperkuat pengawasan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap melibatkan jajaran di daerah guna membantu pemantauan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Saya bilang begini, kalau begitu ya udah. Yang nguasain di daerah-daerah biar aja Kementerian Keuangan. Nanti orang-orang saya di daerah akan monitor SPBG secara berkala. Jadi saya punya alat dan saya bisa kontrol ke anggarannya. Mereka setuju," ujar Purbaya.

Meski belum membeberkan besaran efisiensi yang akan dilakukan BGN, Purbaya menyatakan dukungannya terhadap langkah penghematan anggaran selama pelaksanaan program MBG tetap berjalan optimal.

"Saya setuju (efisiensi) apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi. Iya, tapi biar programnya jalan," kata Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan penyesuaian anggaran Program MBG dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Pagu program tersebut dipangkas dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun, dan pemerintah masih membuka peluang adanya penghematan lanjutan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid