Mensos Sambut Orang Tua Calon Siswa, Sekolah Rakyat di Pekanbaru Siap Perluas Akses Pendidikan Keluarga Miskin

Minggu, 14 Juni 2026 19:49 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat berbicara dengan orang tua calon siswa SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru di Sentra Abiseka. (ANTARA/Bayu Agustari Adha)
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat berbicara dengan orang tua calon siswa SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru di Sentra Abiseka. (ANTARA/Bayu Agustari Adha)

IDNVoice.com -  Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut ratusan orang tua dan calon siswa tahun ajaran baru dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Minggu, 14 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Saifullah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah.

“Di Pekanbaru ini ada dua sekolah rintisan, satu SRMP dan satu lagi, SRMA sudah beroperasi tahun lalu, Insyaallah tahun ini kita akan menambah SR dengan menggunakan gedung permanen di Kabupaten Kuantan Singingi,” katanya di SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru yang berada di Gedung Sentra Abiseka Kemensos di Rumbai.

Menurut Saifullah, dalam 11 bulan pelaksanaannya, Sekolah Rakyat terus berkembang. Saat ini terdapat 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi dengan lebih dari 15 ribu siswa. Tahun ini jumlah penerimaan peserta didik baru ditargetkan mencapai lebih dari 32 ribu siswa sehingga total siswa yang mengikuti program tersebut mencapai lebih dari 45 ribu orang.

Di Kabupaten Kuantan Singingi, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat disebut telah mencapai 80 persen dan nantinya mampu menampung hingga 1.000 siswa. Pemerintah juga menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat.

Untuk Provinsi Riau, tahun ini Sekolah Rakyat menerima 420 siswa, dengan 300 siswa di antaranya belajar di SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di Pekanbaru masih memanfaatkan Gedung Sentra Abiseka sambil menunggu pembangunan sekolah permanen di atas lahan seluas 10 hektare yang telah disiapkan.

Saifullah menjelaskan, proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah pada umumnya karena tidak melalui pendaftaran terbuka. Peserta didik dijaring langsung oleh pendamping yang melakukan pendataan keluarga sesuai kriteria program.

“Anak-anakku sekalian ini yang duduk di depan ini yang sudah terjangkau tahun lalu. Bapak Ibu sekalian yang diundang di sini adalah yang terjangkau tahun ini. Bapak Ibu sekalian silahkan dilihat tampilan anak-anak kita ini yang sedang mengikuti proses pembelajaran selama 11 bulan bulan hari ini sudah kelihatan ganteng-ganteng, bersih,” ungkapnya.

Ia menambahkan, konsep Sekolah Rakyat sebagai boarding school memungkinkan siswa mendapatkan pendampingan yang lebih intensif, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter.

“Hal itu karena SR adalah sekolah asrama atau boarding school yang pada saat pagi dan siang diajarkan guru-guru, sedangkan sore harinya didampingi oleh wali asrama dan wali asuh. Para wali ini juga membantu pendidikan karakternya,” ujarnya.

Menurut Saifullah, perubahan positif mulai terlihat pada para siswa yang mengikuti program tersebut. Selain mendapatkan penguatan akademik dan kedisiplinan, mereka juga dibimbing untuk meningkatkan rasa percaya diri sesuai minat dan bakat masing-masing.

“Bisa dilihat anak yang dulu minder sekarang sudah berani bicara dan pidato empat bahasa. Karena mereka dilatih percaya diri dan dikawal sesuai dengan minatnya, tapi tetap ada penguatan akademik dan disiplin,” sebutnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid