Wamendikdasmen: Seni Bantu Anak Mengenal Diri dan Dunia Sejak Usia Dini

Minggu, 14 Juni 2026 13:35 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menghadiri pembukaan pameran lukisan karya Bentara Budaya bertajuk
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menghadiri pembukaan pameran lukisan karya Bentara Budaya bertajuk "Anak Dalam Lintasan Waktu". (Humas Kemendikdasmen)

IDNVoice.com - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya seni sebagai bagian integral dari proses pendidikan anak sejak usia dini. Menurutnya, seni tidak hanya berperan dalam mengembangkan kreativitas, tetapi juga membantu anak memahami diri sendiri, lingkungan, serta dunia di sekitarnya.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu (14 Juni 2026), Fajar mengatakan bahwa pengenalan seni kepada anak-anak sejak dini merupakan langkah penting untuk membangun pengalaman estetis yang menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kemanusiaan.

"Ketika anak-anak sejak usia dini dikenalkan dengan dunia seni, itu merupakan bagian dari upaya mengasah pengalaman estetis. Dengan cara itu, kita mengajarkan kepada anak-anak bagaimana sesungguhnya menjadi manusia. Menjadi manusia adalah hal yang sangat mendalam dalam konteks pendidikan," ujar Fajar.

Ia menilai pameran seni lukis yang mempertemukan karya seniman dewasa tentang anak dengan karya anak-anak mengenai dunianya sendiri menjadi contoh nyata bagaimana ruang kebudayaan dapat mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga harus memberi ruang bagi berkembangnya imajinasi dan kreativitas.

Fajar menegaskan bahwa anak-anak tumbuh melalui berbagai pengalaman, termasuk proses berkarya dan berimajinasi. Karena itu, lingkungan pendidikan perlu menghadirkan pendekatan yang holistik agar potensi anak dapat berkembang secara optimal.

"Saya memandang proses seni semacam ini, yang dibudayakan kepada anak sejak dini merupakan bagian dari upaya membentuk kesejahteraan psikologis. Seni menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan suasana kebatinannya," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa karya-karya yang dihasilkan anak dalam sebuah pameran tidak sekadar menunjukkan kemampuan teknis dalam melukis. Di balik setiap karya, tersimpan cara pandang, pengalaman, dan imajinasi anak tentang dirinya, lingkungan sekitar, serta kehidupan sehari-hari yang mereka jalani.

Menurut Fajar, kehadiran karya anak-anak berdampingan dengan karya seniman dewasa juga menciptakan ruang dialog yang unik dan bermakna. Melalui perjumpaan tersebut, terjadi pertukaran perspektif yang dapat memperkaya cara pandang kedua belah pihak.

"Ketika satu wahana pameran mempertemukan karya orang dewasa tentang anak dan karya anak tentang dunianya, ini menjadi perjumpaan imajinasi dan dialog antara orang dewasa dengan anak. Dari proses itu bisa lahir berbagai gagasan dan karya kreatif yang luar biasa," katanya.

Fajar berharap seni semakin mendapat tempat dalam ekosistem pendidikan nasional karena memiliki peran penting dalam membangun kreativitas, empati, kesejahteraan psikologis, serta karakter anak sebagai bagian dari proses pendidikan yang utuh dan berkelanjutan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid