Kemendikdasmen Perluas Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Bahasa Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2026 15:38 WIB
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin (kanan) melakukan Penandatanganan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara pada Jumat, 12 Juni 2026. (Humas Kemendikdasmen)
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin (kanan) melakukan Penandatanganan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara pada Jumat, 12 Juni 2026. (Humas Kemendikdasmen)

IDNVoice.com - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia agar semakin kokoh di dalam negeri sekaligus makin dikenal di dunia internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan pembangunan kebahasaan dan kesastraan kepada masyarakat melalui peran perguruan tinggi.

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengatakan sinergi dengan kampus merupakan bentuk nyata semangat partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

"Naskah yang telah kita tandatangani bersama antara Badan Bahasa dan UMSU menjadi wujud komitmen, kolaborasi, dan sinergi antara Kemendikdasmen dan perguruan tinggi dalam berbagai bidang, seperti BIPA, peningkatan dan penguatan literasi, pemartabatan bahasa, serta pengabdian kepada masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Hafidz, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan menjangkau masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Karena itu, keterlibatan kampus dinilai penting untuk memperluas dampak program kebahasaan dan literasi yang dijalankan pemerintah.

Ia menambahkan, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, melainkan juga fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Oleh sebab itu, penguatan bahasa Indonesia perlu berjalan seiring dengan pelestarian bahasa daerah serta penguasaan bahasa asing.

"Melalui kolaborasi ini, kampus diharapkan mampu menciptakan ruang-ruang akademik yang menempatkan bahasa sebagai fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Penguasaan bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah perlu tumbuh secara seimbang dalam lingkungan pendidikan tinggi," kata Hafidz.

Kerja sama antara Badan Bahasa, UMSU, dan UNPRI ini menegaskan bahwa pembangunan bahasa dan sastra Indonesia merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid