IDNVoice.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Banten untuk memperkuat tata kelola organisasi yang profesional sekaligus meningkatkan keterlibatan generasi muda guna menjawab tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dekopinwil Provinsi Banten Masa Bakti 2026-2030 di Kota Serang, Banten, Jumat, 12 Juni 2026. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama agar koperasi tetap relevan dan mampu bersaing di tengah perubahan zaman.
"Di era sekarang, satu-satunya cara untuk bisa bersaing adalah mampu beradaptasi. Adaptasi ini berarti koperasi harus dijalankan secara profesional dengan unit bisnis dan bagi hasil yang jelas," ujar Farida.
Farida menjelaskan, pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap pengembangan koperasi melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis nasional. Program tersebut, kata dia, merupakan upaya menghidupkan kembali perekonomian berbasis gotong royong sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut Farida, keberhasilan program Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, peran Dekopinwil dinilai penting dalam memperkuat gerakan koperasi di daerah.
Dalam kesempatan itu, Farida juga mengungkapkan empat tantangan utama yang masih dihadapi koperasi di Indonesia. Pertama, tata kelola yang masih konvensional dan terlalu fokus pada sektor simpan pinjam. Kedua, krisis regenerasi akibat rendahnya minat anak muda. Ketiga, lemahnya kapasitas manajerial Sumber Daya Manusia (SDM). Keempat, ketertinggalan dalam literasi digital.
"Generasi muda tidak akan tertarik jika tidak di literasi lebih dahulu. Mereka harus diedukasi bahwa koperasi adalah badan usaha legal yang setara dengan PT, dan dapat mengelola bisnis di sektor riil mana pun, baik itu tambang, pertanian, maupun kelautan," tegasnya.
Farida berharap kepengurusan baru Dekopinwil Banten periode 2026-2030 dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan program Koperasi Merah Putih. Dengan demikian, koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan dapat terus tumbuh, berkembang, dan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Kami berharap pengurus baru Dekopinwil Banten dapat menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam menyosialisasikan Koperasi Merah Putih, sehingga entitas ekonomi kerakyatan tersebut dapat terus dirawat dan dibesarkan secara bersama-sama," kata Farida. [DR]