Proyek Penataan Bantaran Rel Senen Tuntas, Warga Segera Tempati Hunian Baru

Rabu, 10 Juni 2026 10:26 WIB
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. (BP BUMN)
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. (BP BUMN)

IDNVoice.com - Sebanyak 324 unit hunian yang dibangun untuk warga bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat, dipastikan telah rampung 100 persen dan siap untuk segera ditemati. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menata kawasan padat penduduk sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat yang selama ini tinggal di sekitar jalur kereta api.

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan penyelesaian pembangunan hunian tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menata kawasan bantaran rel yang dinilai memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi.

"Progres fisik sudah 100 persen. Sekarang kita pastikan tahapan akhir pemanfaatan, kesiapan fasilitas pendukung, dan koordinasi lintas instansi," ujar Dony dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Dony, keberhasilan pembangunan hunian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak dan sinergi lintas sektor yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian proyek.

Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan warga dapat segera menempati tempat tinggal baru yang lebih aman, nyaman, dan layak huni dibandingkan sebelumnya.

"Ini bukan cuma soal rumah. Tapi tentang keselamatan warga dan peningkatan kualitas hidup. Arahan Pak Prabowo harus clear," tegasnya.

Hunian yang disiapkan untuk warga relokasi itu tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang guna mendukung kehidupan sehari-hari penghuni. Fasilitas tersebut meliputi masjid, taman bermain anak, toilet, dapur komunal, fasilitas umum, hingga tandon air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah berharap kehadiran kawasan hunian baru ini dapat mengurangi risiko kecelakaan di sepanjang jalur rel kereta api sekaligus mengubah wajah kawasan bantaran rel yang selama ini identik dengan permukiman kumuh menjadi lingkungan yang lebih tertata dan manusiawi.

"Kami ingin warga senang dan aman. Ini prioritas kami," kata Dony.

Untuk memastikan kesiapan pemanfaatan hunian tersebut, Dony bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Keduanya turut menggelar rapat koordinasi guna memastikan seluruh aspek operasional, fasilitas pendukung, serta proses pemanfaatan hunian dapat berjalan sesuai rencana.

Dengan rampungnya proyek ini, pemerintah berharap proses relokasi warga bantaran rel dapat berlangsung lancar sekaligus menjadi model penataan kawasan perkotaan yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid