BGN Benahi Program MBG, Moratorium Dapur dan Evaluasi 63 Juta Penerima Manfaat

Selasa, 09 Juni 2026 19:42 WIB
Keterangan pers Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026. (BPMI Setpres)
Keterangan pers Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026. (BPMI Setpres)

IDNVoice.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menegaskan komitmennya untuk memperkuat efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui langkah efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas gizi yang diberikan kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Nanik usai dilantik bersama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 8 Juji 2026. Menurutnya, efisiensi menjadi salah satu fokus utama agar program strategis nasional tersebut tetap berjalan optimal tanpa membebani keuangan negara.

"Kami concern pada efisiensi anggaran agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi," kata Nanik.

Sebagai langkah awal, BGN akan memberlakukan moratorium sementara untuk mengkaji kebutuhan ideal jumlah dapur MBG di berbagai daerah. Evaluasi dilakukan guna memastikan kapasitas dapur yang ada sesuai dengan jumlah penerima manfaat dan tidak terjadi kelebihan fasilitas.

"Kita tata apakah dapur ini melayani, ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya berlebihan," ujarnya.

Selain menata dapur, BGN juga akan melakukan refocusing penerima manfaat. Langkah ini bertujuan memastikan bantuan gizi benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan intervensi gizi secara langsung.

"Jadi kita akan arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. Ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini bener tuh 63 juta ini butuh. Atau sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh," jelasnya.

Melalui evaluasi menyeluruh tersebut, BGN berharap Program MBG dapat berjalan lebih tepat sasaran, efisien, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid