Geger Isu MBG Dihentikan, BGN Ungkap Fakta Sebenarnya

Sabtu, 06 Juni 2026 12:33 WIB
Edaran pamflet Badan Gizi Nasional (BGN) hentikan sementara Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan keterangan dimulai sejak Jumat, 5 Juni 2026. (BGN)
Edaran pamflet Badan Gizi Nasional (BGN) hentikan sementara Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan keterangan dimulai sejak Jumat, 5 Juni 2026. (BGN)

IDNVoice.com - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang beredar di media sosial terkait penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai Jumat, 5 Juni 2026. BGN menegaskan bahwa informasi yang tercantum dalam gambar dan pesan yang beredar tersebut tidak benar atau hoaks serta bukan merupakan pengumuman resmi lembaga.

Dalam keterangan resminya, BGN memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal di seluruh Indonesia. Untuk mendukung kelancaran program, pencairan anggaran melalui mekanisme top up Dana Bantuan Pemerintah (Banper) bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026.

"Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa informasi yang tercantum pada gambar tersebut adalah tidak benar (hoaks) dan bukan merupakan pengumuman resmi Badan Gizi Nasional," tulis BGN dalam laman resminya pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Sehubungan dengan hal tersebut, BGN menghimbau kepada seluruh Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Kepala Regional (Kareg), Koordinator Wilayah (Korwil), Koordinator Kecamatan (Korcam), dan Kepala SPPG agar menyampaikan informasi yang benar kepada seluruh yayasan dan mitra pelaksana di wilayah masing-masing.

BGN memastikan bahwa proses pencairan anggaran Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Hingga saat ini, tidak terdapat kendala yang menghambat pelaksanaan program di lapangan, dan layanan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Masyarakat diimbau untuk selalu memperoleh informasi dari kanal resmi Badan Gizi Nasional dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid