Diterpa Rumor Mundur, Menkeu Purbaya: Kami Ikut Perintah Presiden

Jum'at, 05 Juni 2026 20:45 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026. (YouTube/Tangkapan Layar)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026. (YouTube/Tangkapan Layar)

IDNVoice.com - Rumor pengunduran diri yang beredar luas dibantah langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia memastikan tetap berada di posisinya dan melanjutkan tugas mengelola keuangan negara sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto.

"Kami ikut perintah Bapak Presiden. Jadi, komitmennya kuat, maju terus. Mundur juga maju kita," kelakar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026.

Purbaya mempertanyakan dasar munculnya kabar yang menyebut dirinya akan meninggalkan jabatan Menteri Keuangan. Menurutnya, isu tersebut berpotensi menjadi upaya untuk menggiring opini dan memengaruhi psikologi pelaku pasar.

Namun, ia menegaskan dirinya masih menjalankan tugas dan tanggung jawab otoritas fiskal seperti biasa.

Rumor pengunduran diri Purbaya beredar usai Menkeu menghadiri Rapat Paripurna terkait revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) di DPR RI, Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.

Pada rapat yang sama, Purbaya juga mengikuti agenda penyampaian pandangan tiap fraksi DPR terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

Saat ditemui wartawan usai rapat, Purbaya menuturkan akan menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026.

Defisit APBN per Mei 2026 tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pendapatan negara terhimpun sebesar Rp1.185 triliun atau setara 37,6 persen target APBN senilai Rp3.153,6 triliun. Realisasi ini tumbuh sebesar 19,1 persen (year-on-year/yoy).

Dari sisi belanja negara, realisasi per Mei 2026 tercatat mencapai Rp1.365,4 triliun atau setara 35,5 persen dari target APBN Rp3.842,7 triliun, tumbuh sebesar 34,4 persen (yoy).

Dengan kinerja itu, keseimbangan primer mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun, yang mengindikasikan fiskal masih cukup memadai untuk mengelola pendapatan, belanja dan utang. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid