Kemenkop Sebut Kreativitas Jadi Kunci KDKMP Serap Produk Lokal

Jum'at, 23 Oktober 2026 15:27 WIB
Tangkapan layar: Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada Jumat, 23 Oktober 2026. (IDNVoice/DR)
Tangkapan layar: Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada Jumat, 23 Oktober 2026. (IDNVoice/DR)

IDNVoice.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong penguatan kreativitas dan inovasi sebagai kunci keberlanjutan bisnis koperasi. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar, serta memperkuat kontribusi koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan, kreativitas dan inovasi menjadi faktor utama agar koperasi mampu bertahan dan terus mengembangkan usahanya. Hal tersebut disampaikannya dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.

"Suatu bisnis bisa berjalan dan berlanjut, kuncinya adalah dari kreativitas, karena dia bisa bertahan kalau terus ada inovasi. Di Kementerian Koperasi, kami terus mendorong agar setiap kelembagaan koperasi selalu meningkatkan inovasi," kata Farida pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Menurut Farida, kreativitas memiliki hubungan erat dengan pengembangan koperasi dan ekonomi kreatif. Melalui inovasi, potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Salah satu contoh yang disorot adalah Koperasi Prasojo di Klaten, Jawa Tengah. Koperasi tersebut bergerak dalam produksi kain tenun hingga pengembangan produk fesyen, dengan mayoritas anggota dan pekerjanya merupakan perempuan. Koperasi ini menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.

Farida menilai penguatan kelembagaan koperasi diperlukan agar usaha berbasis kreativitas tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggota maupun masyarakat di sekitarnya.

Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi jalur pemasaran bagi produk-produk yang dihasilkan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menyerap produk kreatif, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta hasil pertanian dan perkebunan dari berbagai daerah.

"Sekarang sedang dalam proses, produk-produk hasil kreativitas masyarakat di setiap desa, UMKM, hasil pertanian, perkebunan, dan lain sebagainya, at least itu adalah hasil kreativitas, akan di-absorb dan di-offtake di Koperasi Desa Merah Putih. Itulah kenapa kreativitas adalah tulang punggungnya sebuah kelembagaan koperasi," ujar dia.

Menurut Farida, pengembangan koperasi tidak cukup hanya berfokus pada penguatan organisasi dan kelembagaan. Koperasi juga harus memiliki aktivitas bisnis yang mampu menciptakan nilai ekonomi bagi anggota serta masyarakat.

Dalam hal ini, koperasi berpotensi menjadi penghubung antara kreativitas masyarakat, produksi lokal, dan akses pasar. Dengan dukungan inovasi serta jaringan pemasaran yang semakin kuat, produk berbasis potensi daerah diharapkan mampu menjangkau konsumen lebih luas dan meningkatkan daya saing.

Pemerintah pun mendorong koperasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan peluang ekonomi kreatif. Upaya tersebut diharapkan menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar yang lebih luas. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid