Siapkan SDM Pengelola KDKMP, YPK Dorong Ikopin Perbanyak Praktik Lapangan

Jum'at, 04 September 2026 11:30 WIB
Ilustrasi: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Temiyang, Kecamtan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (IDNVoice/KDKMP Temiyang)
Ilustrasi: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Temiyang, Kecamtan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (IDNVoice/KDKMP Temiyang)

IDNVoice.com - Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK) mendorong Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin) memperbanyak praktik langsung dalam proses pendidikan guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu memenuhi kebutuhan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai daerah.

Ketua Pembina YPK Emil Arifin dalam siaran pers Kementerian Koperasi di Jakarta, Rabu, mengatakan kebutuhan terhadap SDM yang siap mengelola koperasi semakin besar seiring dengan pengembangan KDKMP di berbagai wilayah.

"Kesempatan ini harus diisi. Kebutuhan tenaga di pedesaan seiring pembangunan KDKMP sangat besar. Ikopin harus menjadi penyedia kader yang siap menjawab kebutuhan tersebut," ujar Emil dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja Ikopin di Jatinangor, Jawa Barat pada Rabu, 2 September 2026.

Menurut Emil, pembenahan Ikopin perlu diarahkan agar proses pendidikan tidak berhenti pada penguasaan teori. Mahasiswa juga perlu mendapatkan pengalaman praktis yang sesuai dengan kebutuhan koperasi serta masyarakat di daerah.

Dengan pendekatan tersebut, Ikopin diharapkan tidak hanya mencetak lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga SDM yang siap terjun dan berkontribusi langsung dalam pengembangan ekonomi pedesaan.

Emil juga mengatakan Ikopin perlu mengembangkan riset dan teknologi yang dapat langsung diterapkan untuk menjawab kebutuhan di tingkat desa.

"Ikopin harus menjadi lembaga yang melahirkan bibit unggul. Bibit SDM dan melakukan riset hingga mengembangkan teknologi yang bisa langsung diterapkan di daerah," katanya lagi.

Ia mencontohkan pengembangan berbagai kegiatan ekonomi yang dapat disesuaikan dengan potensi masing-masing desa, seperti budi daya tanaman pangan, peternakan unggas, hingga komoditas bernilai tambah seperti ulat sutera.

Ikopin Diminta Lahirkan Kader Koperasi Modern

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan transformasi Ikopin harus mampu menghasilkan kader koperasi yang modern, profesional, dan mandiri serta relevan dengan kebutuhan koperasi saat ini.

"Ikopin juga diharapkan melahirkan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata koperasi, termasuk dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)," ujarnya pula.

Ferry menyebut sejumlah aspek yang perlu dibenahi dalam transformasi Ikopin. Di antaranya efisiensi operasional, program studi, peningkatan kualitas dan kuantitas mahasiswa, diversifikasi sumber pendapatan, serta pemanfaatan teknologi informasi.

Pembenahan tersebut dinilai penting agar Ikopin mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan koperasi dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai tantangan pengelolaan koperasi di era modern.

Sementara itu, Wakil Ketua Pembina YPK Burhanuddin Abdullah menekankan bahwa reformasi Ikopin tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan administrasi maupun efisiensi biaya.

Menurut dia, perubahan harus mencakup berbagai aspek, mulai dari organisasi, tata kelola, sumber daya manusia, sistem kerja, pemasaran, hingga modernisasi kelembagaan.

Dengan pembenahan menyeluruh tersebut, Ikopin diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan sekaligus pusat pengembangan SDM, riset, dan inovasi yang mendukung pertumbuhan koperasi, khususnya KDKMP di tingkat desa dan kelurahan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid