Kemenkop Perkuat SDM Manajer KDKMP Lewat Pelatihan Manajerial dan Sertifikasi BNSP

Jum'at, 24 Juli 2026 23:10 WIB
Peserta calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti pembukaan pelatihan manajerial di Pusdik Armed Cimahi, Jawa Barat pada Jumat, 17 Juli 2026. (IDNVoice/Kemenkop)
Peserta calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti pembukaan pelatihan manajerial di Pusdik Armed Cimahi, Jawa Barat pada Jumat, 17 Juli 2026. (IDNVoice/Kemenkop)

IDNVoice.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemampuan para manajer memahami potensi desa dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar menyusun strategi bisnis koperasi.

Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari saat membuka pelatihan manajer KDKMP di Satuan Pendidikan (Satdik) 2 Kodiklatal Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Menurut Destry, setiap manajer akan menjadi ujung tombak pengembangan koperasi di wilayah penugasannya sehingga kemampuan membangun jejaring dan memahami kondisi daerah menjadi modal utama dalam menjalankan usaha koperasi.

"Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP tempat Anda ditempatkan. Kenali koperasi itu membutuhkan apa," kata Destry dalam keterangan Kemenkop pada Jumat, 24 Juli 2026.

Ia meminta para manajer aktif menjalin komunikasi dengan kepala desa dan masyarakat untuk memetakan potensi wilayah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan warga yang dapat dijawab melalui berbagai unit usaha koperasi.

Destry menegaskan koperasi merupakan perusahaan berbasis komunitas. Karena itu, model bisnis yang dijalankan harus lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mengejar keuntungan.

Menurutnya, para manajer juga tidak cukup hanya memahami teori bisnis koperasi, tetapi harus mampu menerapkannya agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Pelatihan di Makassar diikuti 189 calon manajer KDKMP dan merupakan bagian dari pelaksanaan 451 kelas pelatihan yang digelar secara serentak di berbagai daerah dengan kurikulum yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Pendiri The Local Enablers, Dwi Purnomo, yang menjadi fasilitator pelatihan, menekankan pentingnya kepemimpinan serta kemampuan membangun kolaborasi bagi setiap manajer koperasi.

Menurut Dwi, manajer KDKMP harus mampu membangun sinergi dengan sesama pengelola koperasi, masyarakat, maupun berbagai mitra di luar desa guna memperkuat ekosistem usaha koperasi.

Ia juga mengingatkan agar koperasi menghasilkan produk dan layanan yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Manajer harus berpikir memberikan solusi bagi masyarakat, tidak hanya berpikir menghasilkan produk. Produk itu sebagus apa pun, kalau tidak memberikan solusi, tidak akan menjadi value," kata Dwi.

Dwi menilai kehadiran KDKMP di seluruh Indonesia membawa harapan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Oleh karena itu, setiap manajer dituntut mampu mengelola koperasi secara profesional dengan orientasi pada kebutuhan warga.

Saat ini sebanyak 29.830 calon manajer KDKMP tengah mengikuti pelatihan manajerial dan sertifikasi kompetensi sebagai persiapan sebelum ditempatkan di koperasi-koperasi di berbagai daerah.

Pelatihan berlangsung pada 17–29 Juli 2026, dengan penutupan dijadwalkan pada 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.

Kurikulum pelatihan mencakup 90 jam pelajaran, terdiri atas 12 modul, 42 materi, dan 10 unit kompetensi yang berfokus pada penguasaan manajemen koperasi dan pengelolaan keuangan.

Seluruh peserta juga akan mengikuti sertifikasi kompetensi manajer KDKMP yang telah diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bekal menjalankan koperasi secara profesional di daerah penugasannya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid