KDKMP Jatim Cetak Transaksi Tertinggi Nasional, Menkop: Bukti Penggerak Ekonomi Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 08:19 WIB
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam puncak acara Hari Koperasi (Harkop) Provinsi Jawa Timur 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada Selasa, 21 Juli 2026. (IDNVoice/Kemenkop)
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam puncak acara Hari Koperasi (Harkop) Provinsi Jawa Timur 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada Selasa, 21 Juli 2026. (IDNVoice/Kemenkop)

IDNVoice.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur berhasil mencatatkan kinerja sekaligus nilai transaksi tertinggi secara nasional. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa program KDKMP mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat hingga ke tingkat desa.

"Berdasarkan capaian tersebut, KDKMP menjadi penggerak roda ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Ferry Juliantono dalam keterangannya pada Selasa, 21 Juli 2026.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan sebanyak 8.494 KDKMP telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 10 KDKMP dengan transaksi terbesar di Jawa Timur membukukan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp14,05 miliar.

Menariknya, empat KDKMP asal Kabupaten Tuban berhasil menembus jajaran 10 besar transaksi tertinggi. Bahkan, akumulasi transaksi KDKMP di Tuban disebut melampaui total transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di sejumlah provinsi, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Banten.

Adapun 10 KDKMP dengan nilai transaksi tertinggi di Jawa Timur meliputi KDKMP Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban; KDKMP Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi; KDKMP Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban; KDKMP Rengel, Kabupaten Tuban; KDKMP Bakalanwringinpitu, Kabupaten Sidoarjo; KDKMP Dapet, Balongpanggang, Kabupaten Gresik; KDKMP Gesikharjo, Kabupaten Tuban; KDKMP Bedali, Kabupaten Kediri; KDKMP Tangunan, Kabupaten Mojokerto; serta KDKMP Tlogoagung, Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Ferry, capaian tersebut menunjukkan KDKMP tidak hanya berhasil dibentuk secara administratif, tetapi juga telah menjalankan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Pemerintah dan keluarga besar Kementerian Koperasi merasa bangga, Jawa Timur membuktikan bahwa KDKMP mampu menjadi penggerak roda ekonomi yang nyata di tingkat tapak," ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan tersebut, Kementerian Koperasi akan memberikan penghargaan khusus kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada ajang Koperasi Award yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026. Penghargaan diberikan atas percepatan pembentukan akta KDKMP sekaligus capaian kinerja KDKMP di Jawa Timur.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan besarnya perhatian pemerintah provinsi terhadap koperasi didorong oleh kontribusi sektor koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyumbang sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh sebesar 5,9 persen.

"Luar biasa peran koperasi dan UMKM di Jawa Timur. Mari kita jaga bersama dan tingkatkan tata kelolanya agar koperasi makin modern dan profesional," kata Khofifah. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid